Waduh! Anggaran Pemkot Kupang Defisit hingga Rp 38 Miliar, Kok Bisa?

Jumat, 16 September 2022 14:10
int
Ilustrasi.

Dasar inilah, lanjutnya, pemerintah mengambil langkah untuk melakukan redesain atau penyesuaian terhadap anggaran yang ada.

Sehingga ini dibebankan kepada semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Semua OPD diarahkan agar kegiatan-kegiatan yang belum dilaksanakan seperti belum dilakukan tender dihentikan saja, agar anggarannya dipakai saja.

“Karena kalau dipaksakan maka akan menjadi Silpa, sementara di saat yang sama kita membutuhkan anggaran ini,” ujarnya.

Baca: Biadab! Sopir di Kupang Tertangkap Basah saat Perkosa Siswi SD, Begini Nasibnya

Totalnya Rp 38 miliar yang menjadi kewajiban pemerintah, jika dipaksakan untuk melakukan kegiatan maka terancam untuk tidak dibayarkan.

Komisi III DPRD Kota Kupang pun melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan mitra kerja, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Baca: Karyawan Telkomsel di Kupang Dipolisikan karena Hamili Ponakan yang Masih SMA

Rapat digelar karena pemerintah Kota Kupang melakukan redesain Rp 13 miliar di Dinas PUPR Kota Kupang tanpa ada pemberitahuan kepada DPRD Kota Kupang.

Anggota dewan Tellendmark Daud, mengatakan, ada banyak pekerjaan yang realisasi fisik sudah 100 persen tetapi belum dibayarkan 100 persen.

Yang ditakutkan adalah realisasi anggaran tidak sesuai dengan rencana atau banyak yang tidak terbayarkan.

Di sisi lain ada redesain untuk membiayai kegiatan lain. Jangan sampai Silpa Rp 14 miliar itu tidak dapat mengcover semua hutang.

Bisa dilihat juga realisasi target pendapatan daerah sampai saat ini juga sangat rendah.

Laman: 1 2 3

Berita Terkait