Ternyata, Raja Charles Pernah Belajar Bahasa Arab untuk Mengerti Arti Alquran

Minggu, 11 September 2022 15:42
suara.com
Ternyata, Raja Charles Pernah Belajar Bahasa Arab untuk Mengerti Arti Alquran

digtara.comRaja Charles III makin menjadi sorotan dunia setelah resmi memerintah kerajaan Inggris pasca sang ibu, Ratu Elizabeth, meninggal dunia pada Jumat (9/9/2022). Fakta terbarunya terungkap bahwa ternyata Raja Charles pernah belajar bahasa Arab demi mengerti Alquran.

Hal tersebut diungkap oleh seorang ulama juga dosen di Inggris Timothy John Winter atau kini lebih dikenal dengan sebut Syekh Abdal Hakim Murad.

Syekh Abdal mengungkapkan kalau Raja Charles III pernah belajar bahasa Arab saat masih berstatus pangeran.

Keinginan belajar bahasa Arab itu didengar sendiri oleh Syekh Abdal saat Raja Charles berkunjung Chambridge beberapa tahun lalu.

Baca: Kepergian Ratu Elizabeth II Membuat Ramalan Nostradamus Soal Habisnya Kerajaan Inggris kembali Disorot

“Ketika dia datang ke Chambridge bertahun-tahun yang lalu, bukan sebagai kunjungan resmi, dia ingin berbicara tentang Alquran. “Ada banyak makna dalam Alqur’an”. Saya mendengar dia berkata begitu. Dia bisa saja membicarakan hal lain di Universitas, tapi itulah yang menarik baginya,” cerita Syekh Abdal dalam penggalan video yang diunggah akun Twitter resmi Masjid Sental Chambridge.

Tindakan Charles tersebut ternyata diketahui media massa di Inggris dan menimbulkan kontroversi. Padahal menurut Syekh Abdal, niat Charles belajar bahasa Arab bukan serta merta untuk tujuan negara.

“Sepuluh tahun yang lalu, Daily Mail menjadi sangat marah ketika ternyata pangeran Charles telah belajar bahasa Arab,” ucapnya.

“Mengapa dia ingin belajar bahasa Arab? Supaya dia bisa pergi ke teluk dan menjual pesawat tempur atau semacamnya? Tidak. Dia mengatakan itu agar bisa memahami Alquran,” imbuh Syekh Abdal.

Ia kemudian menantang pejabat parlemen lainnya di Inggris apakah berani untuk lakukan hal serupa seperti Raja Charles saat itu.

Diakui Syekh Abdal bahwa agama masih jadi isu sensitif di Inggris, terutama Islam. Di tengah perbedaan antara timur dan barat, muslim, non muslim, juga warga imigran, Raja Charles III dinilai mampu keluar dari isu tersebut dengan bersikap berbeda.

Laman: 1 2

Berita Terkait