Terkait Gubernur Sumatera Utara Bentak Ulama, Ini Sikap PWNU Sumut

PWNU Sumut
Potret Gedung Kantor PWNU Sumut (int/digtara)

digtara.com – Pengurus Wilayah Nadlatul Ulama Sumatera Utara (PWNU Sumut) mengeluarkan pernyataan sikap terkait insiden Gubsu dengan Wakil Rois Syuriah KH Abdul Bais Nasution LC MA, yang mengaku mendapat perlakukan dan ucapan kasar dari Gubernur Sumut Edy Rahmyadi, Selasa lalu di Masjid Agung, Medan.

Hal tersebut disampaikan Wakil Rois PWNU SU, KH Sutan Syahrir Dalimunthe, melalui siaran pers yang diterima digtara.com, Rabu (20/1/2021) setelah rapat yang dihadiri Ketua PWNU Sumut Syahrial Tambunan, didampingi Wakil Ketua Marahalim Harahap dan Sekretaris PWNU H Muhammad Hatta Siregar, Wakil Rois KH Sutan Syahrir Dalimunthe, Katib Syuriah H Abrar Faza Daud.

Setelah melakukan tabayun dengan Wakil Rois Syuriah KH Abdul Bais Nasution LC MA , disampaikan Ayat Alquran Surah Al-A’raf, yang artinya, “Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh”.

Muat Lebih

“Maka sikap PWNU Sumut adalah memaafkan Gubsu Eddy Rahmayadi atas insiden itu,” kata KH Sutan Syahrir Dalimunthe.

Namun demikian, lanjut KH Syahrir, setelah mendengar petunjuk dari Rois PWNU Sumatera Utara KH Mahmuddin Pasaribu, maka PWNU Sumut menyampaikan sikap, menyayangkan terjadi peristiwa, dimana ketika ulama menyampaikan saran kepada pemerintah tidak ditanggapi sebagai mana mestinya.

Memaafkan sikap Gubernur Sumatera Utara terhadap Wakil Rois KH Abdul Bais Nasution LC MA, dan meminta warga NU di seluruh Sumatera Utara agar menyikapi kejadian ini dengan bijak dan cerdas serta menjadikannya sebagai iktibar.

Perlakuan Kasar

Pos terkait

Tinggalkan Balasan