Tarif Tes PCR Mahal, 4 Bulan Pesawat Wings Air Tak Landing di Pinangsori Tapteng

Jumat, 08 Oktober 2021 20:09
ist
Tarif Tes PCR Mahal, 4 Bulan Pesawat Wings Air Tak Landing di Pinang Sori

digtara.com – Selama hampir empat bulan pesawat Wings Air tidak beroperasi di Bandara Ferdinand Lumban Tobing, Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Sepinya penumpang menjadi alasan mendasar anak dari perusahaan dari Lion Air Group tak lagi mendarat di bandara itu.

Karena setiap penumpang yang akan menggunakan transportasi udara diwajibkan mengikuti test PCR yang harganya cukup mahal.

Kepala Perwakilan Lion Air Group Distrik Bandara Ferdinand Lumban Tobing Pinangsori Tapteng, Indra, mengaku selama hampir empat bulan terakhir tidak ada lagi penerbangan Wings Air di bandara tersebut.

Baca: Diduga Rudapaksa Siswanya, Dua Oknum Guru di Tapteng Dipecat

“Hal itu karena persyaratan terbang beberapa waktu lalu yang mengharuskan calon penumpang wajib tes PCR,” jelasnya.

Indra mengungkapkan, untuk tarif tes PCR bagi calon penumpang yang akan masuk ke Bandara Internasional Kualanamu yaitu sebesar Rp525 ribu.

Baca: Truk Muatan Pupuk Masuk Jurang di Tapteng, Sopir dan Kernet Tewas

“Mungkin dengan tarif tes PCR sebesar itu membuat calon penumpang terbebani sehingga mereka (calon penumpang) lebih memilih jalur darat, atau dialihkan ke Bandara Internasional Silangit,” jelas Indra.

Indra mengatakan saat ini ia sedang berkoordinasi dengan Managemen Lion Air Grup Jakarta untuk persiapan SE Mendagri yang baru.

Laman: 1 2

Berita Terkait