Tanggulangi Terorisme Melalui Sinergisitas Seluruh Elemen Bangsa

Rabu, 20 Juli 2022 07:15
internet
Ilustras.

digtara.com – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyelenggarakan Presidential Lecture yang diwakili oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia Mahfud MD pada Selasa (19/7/2022) di Jakarta.

Presidential Lecture ini diselenggarakan dalam rangka memperingati HUT BNPT ke-12, yang mengambil tema:
“Gelorakan Sinergi Bangsa dalam Mencegah Intoleransi, Radikalisme dan Terorisme menuju Indonesia Harmoni.”

Dalam lecture nya, Menkopolhukam menegaskan pentingnya membangun sinergisitas dalam memberantas radikalisme dan terorisme.

Sinergisitas tersebut tentunya akan sangat membantu serta mendukung tugas dan fungsi BNPT sebagai leading sector penanggulangan terorisme yang menjalankan amanat UU 5 Tahun 2018.

Baca: BNPT-Al-Azhar Mesir Perkuat Kerjasama Kenalkan Islam Moderat

“Sesudah 12 tahun ini ternyata kita sudah punya jaringan-jaringan yang struktural dibangun kemudian yang secara informal juga dibangun, baik di dalam maupun di luar negeri, kekuatan-kekuatan masyarakat, pemerintah, swasta dan sebagainya dibangun terus sehingga jaringan-jaringan yang sudah dibangun selama setahun ini, perlu disinergikan agar menjadi lebih bermakna,” ujarnya.

Senada dengan apa yang disampaikan oleh Menkopolhukam, Kepala BNPT, Komjen Pol Dr Boy Rafli Amar, MH, mengatakan momentum HUT BNPT ke-12 dapat dijadikan motivasi dan renungan kembali untuk terus bergandengan tangan melawan musuh bersama, terorisme.

“Ini adalah sebagai momentum kita untuk mengingatkan kembali akan bahaya ideologi terorisme dan memerlukan suatu sinergi, kolaborasi, bekerja bersama-sama, untuk menghadapi musuh negara. Oleh karena itu, kegiatan hari ini tentu kita berharap akan menimbulkan sebuah komitmen yang berkelanjutan. Hal ini sangat perlu karena tantangan ke depan tidak akan berhenti. Tantangan ke depan, dinamis,” jelasnya.

Kembangkan Grand Strategy

Guna menjalankan tugas dan amanat negara, BNPT sebagai leading sector dalam penanggulangan terorisme menghasilkan berbagai rumusan dan melaksanakan kebijakan untuk mencegah potensi ancaman dan menguatkan imunitas masyarakat dalam menangkal pengaruh kelompok radikal terorisme dengan sinergisitas multipihak (Strategi Pentahelix).

BNPT mengembangkan grand strategy ini dengan melibatkan beragam unsur, diantaranya instansi pemerintah, masyarakat, akademisi, media, dan pelaku usaha.

Dalam rangka mengoptimalkan grand strategy tersebut, BNPT telah melaksanakan beberapa nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama di antaranya dengan 47 kementerian/lembaga melalui program sinergisitas, 6 kementerian/lembaga dalam penanggulangan terorisme di 5 provinsi sasaran (jawa barat, jawa tengah, jawa timur, nusa tenggara barat, dan sulawesi tengah), 11 organisasi masyarakat dan keagamaan, 12 lembaga Pendidikan dan lembaga riset, media, serta 19 badan usaha milik negara dan daerah.

Laman: 1 2

Berita Terkait