Sudah Punya 2 Anak Tapi Masih Hamili Perempuan Lain, Anggota Polisi di NTT Ini Terancam Dipecat

Selasa, 07 September 2021 14:09
RW, perempuan yang sempat dinikahi secara dinas oleh Bripka FPB.

digtara.com – Bripda FPB (27), anggota Polres Sabu Raijua, NTT harus menghadapi persoalan pelik. Anggota polisi di jajaran Polda NTT ini pun terancam dipecat dengan tidak hormat.

Pasalnya, dia sempat nikah dinas dan melakukan acara pinangan dengan RW, seorang perawat di sebuah Puskesmas di Kabupaten Rote Ndao, NTT.

Dari hubungan itu, mereka dikaruniai dua orang anak. Namun pernikahan dinas yang berlangsung pada 10 Oktober 2015 dan acara peminangan 4 Desember 2015 tidak dilanjutkan dengan pernikahan secara agama dan hukum.

Bripda FPB pun pindah tugas ke Polda NTT pada awal tahun 2019 dan pindah lagi ke Polres Sabu Raijua sejak awal 2020.

Baca: Cabuli Anak Kandung Yang Masih SMP, Pria di Kupang Dibekuk Polisi

Di Kabupaten Sabu Raijua, Bripda FPB malah menjalin hubungan dengan wanita lain, WK, seorang PNS di Pemkab Sabu Raijua.

WK pun hamil dan sudah melahirkan. Saat ini WK dan Bripda FPB sudah memiliki seorang anak laki-laki berusia 1 bulan.

RW pun harus menderita. Ia kehilangan pekerjaan sebagai perawat dan statusnya saat ini tidak jelas karena tidak kunjung dinikahi secara agama dan hukum oleh Bripda FPB.

Baca: Gerebek Pesta Narkoba, Polisi Amankan Nenek Hingga Siswa 13 Tahun

RW pun bersurat ke Kapolda NTT dan mengadukan Bripda FPB ke Polda NTT agar ada kepastian soal status dirinya.

“Bripda FPB sudah tidak mau nikahi saya. Alasannya dia bilang sudah tidak ada rasa cinta lagi dan dia lebih memilih perempuan yang di Sabu Raijua,” ujar RW saat dikonfirmasi, Selasa (7/9/2021).

Ia mengaku awalnya ia berkenalan dengan Bripda FPB yang saat itu bertugas di Polres Rote Ndao dan kemudian pacaran.

Baca: Anak Di Bawah Umur Dicabuli, Kuasa Hukum Korban Minta Para Pelaku Dijerat Pasal Berlapis

Karena sudah serius maka mereka menikah dinas melalui sidang BP4R di Polres Rote Ndao pada 10 Oktober 2015 dan dilanjutkan dengan acara peminangan pada 4 Desember 2015.

Rencananya mereka akan menikah pada akhir bulan Desember 2015 atau awal tahun 2016 sehingga sudah melakukan pre wedding.

Walau belum menikah sah, mereka sudah tinggal bersama dan memiliki dua orang anak.

Baca: Ngaku Uang dan Motor Dicuri Preman ke Polda NTT, Kapolres Kupang: Laporan Mereka Rekayasa!

Janji menikah tinggal janji, karena Bripda FPB tidak pernah menepati janjinya hingga pindah tugas pada tahun 2019 ke Polda NTT.

Sebagai calon istri, RW pun memilih tidak lagi bekerja sebagai perawat karena mengasuh dua orang anaknya dan ikut Bripda FPB ke Kupang dan mengelola beberapa bisnis kecil-kecilan.

Pada awal tahun 2020, Bripda FPB pindah tugas ke Polres Sabu Raijua. Karena ada usaha di Kupang maka RW pun tinggal di Kupang dan tinggal dengan orang tua Bripda FPB .

Baca: 2 Tahun Pasca Laporkan Ustaz Abdul Somad ke Polda NTT, Brigade Meo Surati Kapolda

“Awal-awal dia tugas ke Sabu Raijua, dia masih menafkahi saya dan kirim uang bulanan,” tandas RW.

Namun sejak bulan Juni 2020, Bripda FPB tidak lagi mengirim uang bulanan.

RW curiga kalau sejak saat itu, Bripda FPB sudah menjalin hubungan dengan WK yang juga Protokol di kantor bupati Kabupaten Rote Ndao.

Baca: Lima Rumah Tertimbun Longsor di Ngada NTT, 1 Tewas, Pasutri Hilang

Dugaannya benar karena Bripda FPB tidak pernah berkabar bahkan nomor handphone RW diblokir sehingga sulit menghubungi. RW juga sudah mendapat kabar kalau Bripda FPB sudah menjalin hubungan dengan WK.

RW mencoba mengirim pesan DM ke WK dan menyatakan kalau ia adalah calon istri Bripda FPB.

Namun ia malah mendapat caci maki dan hinaan serta WK enggan putus dengan Bripda FPB. WK malah menanyakan surat/akte nikah sah antara Bripda FPB dan RW.

RW Mengadukan nasibnya ke Kapolda NTT

Laman: 1 2 3 4

Berita Terkait