Stunting di Kepulauan Nias Jadi Sorotan Menko PMK

  • Whatsapp
Stunting di Kepulauan Nias Jadi Sorotan Menko PMK
Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) RI, Muhadjir Effendy mengunjungi Kepulauan Nias, Selasa (16/3/2021). (Foto Dinas Kominfo Sumut)

digtara.com – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Republik Indonesia, Muhadjir Effendy mengunjungi Kepulauan Nias, Selasa (16/3/2021). Stunting di Kepulauan Nias Jadi Sorotan Menko PMK

Kunjungan ini dalam rangka menangani permasalahan yang terkait dengan pembangunan manusia dan kebudayaan.

Pada kunjungan kerja hari pertama, Menko Muhadjir Effendy mengadakan dialog bersama bidan desa, masyarakat, camat, petugas Puskesmas dan lainnya, mengenai stunting (gangguan pertumbuhan pada anak karena kurangnya gizi),  di Kantor Kecamatan Hiliduho, Kabupaten Nias dan Kantor Kepala Desa  Umbubalodano, Kecamatan Sitolu Ori, Kabupaten Nias Utara.

Muat Lebih

Menko menyebutkan Kepulauan Nias merupakan daerah yang disoroti terkait stunting. Angka stunting di Kepulauan Nias masih berada di atas rata-rata nasional. Untuk itu, Kepulauan Nias menjadi perhatian penting bagi pemerintah pusat.

“Akan kita kumpulkan lagi data, akan kita lihat secara menyeluruh, Nias mendapat perhatian karena angkanya masih di atas rata rata nasional atau 27 %, jadi harus ditekan betul,” kata Menko usai mengadakan dialog.

Untuk itu, Menko akan melibatkan semua kementerian dan lembaga terkait sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia yang menargetkan angka stunting nasional menjadi 14% pada tahun 2024.

Untuk itu, ke depan stunting akan ditangani secara khusus, penanggung jawab utamanya adalah BKKBN dan PERPRES nya masih diproses.

Dikatakannya, permasalahan perempuan dan anak juga perlu menjadi perhatian bagi semua pihak.

Karena perempuan dan anak termasuk kelompok rentan dan kelompok strategis. “Masa depan Indonesia ini akan ditentukan oleh perempuan dan anak,” katanya.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia I Gusti Ayu Bintang mengatakan petugas yang berhubungan dengan perempuan dan anak bisa mengedukasi masyarakat untuk memanfaatkan pangan lokal yang ada. Sehingga bisa menambah gizi masyarakat khususnya anak anak.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan