Soal Penangkapan MHB, KontraS Sumut: Lima Fakta Cacat Hukum yang Dilakukan Polisi

  • Whatsapp
Soal Penangkapan MHB, KontraS Sumut: Lima Fakta Cacat Hukum yang Dilakukan Polisi
Staf Advokasi KontraS Sumut, Ali Isnandar.

digtara.com – Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Sumatera Utara (Sumut) menilai penangkapan seorang mahasiswa berinisial MHB terdapat cacat hukum. Soal Penangkapan MHB, KontraS Sumut: Lima Fakta Cacat Hukum yang Dilakukan Polisi

Staff Advokasi KontraS Sumut, Ali Isnandar menjelaskan pihaknya menemukan lima fakta terkait dengan penangkapan MHB yang dinilai cacat hukum hingga menjadi pemicu kericuhan pada aksi damai tolak Omnibus Law di Bundaran air mancur, Kota Medan, pada Rabu 21 Oktober 2020.

Pertama, lanjut Ali, MHB ditangkap atas laporan Nomor LP/2510/X/2020/SPKT Restabes Medan tanggal 8 Oktober 2020, karena diduga terlibat melakukan pengrusakan mobil milik Dinas PU Provinsi Sumut saat aksi demo 8 Oktober di depan Kampus ITM Medan.

Muat Lebih

“Dia tiba-tiba diciduk pada saat aksi damai massa AKBAR SUMUT berlangsung di Bundaran air mancur pada tanggal 21 Oktober 2020 dan disangkakan pasal 170 dan pasal 406 KUHP,” ungkapnya, Minggu (25/10/2020).

Kedua, pada saat melakukan penangkapan Polisi tidak menunjukkan Surat Tugas dan Surat Perintah Penangkapan. “Padahal MHB tidak dalam tertangkap tangan,” ujarnya.

Ketiga, sambung Ali, Polisi berdalih menangkap MHB karena khawatir tersangka mengulangi perbuatannya dan memprovokasi aksi damai menjadi ricuh.

“Faktanya MHB duduk tertib dibarisan massa, justru akibat dari penangkapan sewenang-wenang itu massa yang awalnya berunjuk rasa secara damai menjadi terprovokasi karena melihat MHB ditangkap tanpa alasan yang jelas,” sebutnya.

Keempat, tambah Ali, Surat Perintah Penangkapan MHB diberikan kepada keluarganya pada tanggal 22 Oktober 2020 yaitu Surat Perintah Penangkapan Nomor: SP/888/X/RES.1.10/2020/Reskrim tertanggal 21 Oktober 2020.

“Kelima, MHB membantah ikut melakukan pengrusakan, justru menurutnya kehadirannya melarang kawan-kawannya agar tidak melakukan pengrusakan,” ujar Ali.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan