Siswa SD di Pedalaman NTT Juara Kompetisi Matematika Internasional Ingin Jadi Tentara

Jumat, 20 Januari 2023 12:37
ist
Siswa SD di Pedalaman NTT Juara Kompetisi Matematika Internasional Ingin Jadi Tentara

digtara.com – Caesar Hendrik Meo Tnunay, siswa kelas dua Sekolah Dasar Inpres (SDI) Buraen II, di Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) viral setelah menjuarai kompetisi matematika internasional (Abacus Brain Gym) tahun 2022, yang digelar secara online.

Juara kedua diraih peserta dari Qatar dan juara ketiga berasal dari Amerika Serikat.

Atas prestasinya, Caesar Hendrik Meo Tnunay atau yang akrab dipanggil Nono mendapatkan piala, sertifikat dan uang tunai sebesar 200 Dollar AS.

Melihat kemampuan Nono saat itu, Yayasan Pendidikan Astra Michael D Ruslim mendaftarkannya ke kompetisi matematika Internasional Abacus Brain Gym.

Nono dianggap paling aktif di ruang kelas dibanding teman-temannya.

Baca: Tinggalkan Tugas, Dua Anggota Satuan Brimob Polda NTT Dipecat

Saat ditemui di sekolahnya, Nono mengaku sangat mengidolakan Elon Musk, sehingga dia ingin seperti idolanya tersebut dengan menciptakan mobil tercepat, pesawat tercepat, kereta tercepat dan kapal tercepat untuk membantu masyarakat.

“Saya ingin seperti Elon Musk, tapi saya bercita-cita ingin menjadi seorang tentara,” ucapnya.

Nuryati Meo Tnunay Seran, sang ibu sekaligus wali kelas Nono mengakui, anaknya sangat aktif dan mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi sejak kecil. Namun Nono selalu diajarkan untuk disiplin tinggi serta rendah.

“Nono itu ingin tahunya sangat tinggi dan super aktif. Saya ada anak dua orang perempuan, tapi tidak seaktif Nono. Dia ituingatannyaingatannya sangat kuat, kepingin cari tau, sehingga ketika kita ajarkan sesuatu, kita harus kasitau dia solusinya seperti apa,” cerita sang ibu.

Kepala SD Inpres Buraen II, Petrus Kase mengakui kepintaran Nono sehingga didaulat menjadi tutor pelajaran matematika bagi teman-temannya di dalam kelas, dengan harapan Nono menjadi motivasi untuk lebih giat belajar.

“Kami akan mempertahankan dan meningkatkan sehingga bukan hanya Nono saja, tapi ada Nono-nono yang lain di SD Inpres Buraen II. Jadi saya sebagai kepala sekolah bersama teman-teman guru, akan menyusun strategi yang bagus sehingga meningkatkan cara-cara seperti ini,” katanya.

Keberhasilan Nono tidak saja menjadi kebanggaan keluarga namun bagi para guru SD Inpres Buraen, bahkan seluruh masyarakat NTT.

Laman: 1 2

Berita Terkait