Separuh Desa di Kupang ‘Hilang’ karena Bencana, Warga: Suara Kami Tidak Didengar

Minggu, 11 April 2021 13:59
antara/digtara
Sejumlah anak sedang menatap kampung halaman mereka di Desa Tunbaun, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang

digtara.com – Banjir bandang dan longsor tak hanya menerpa wilayah Flores Timur dan Lembata. Bencana yang tak kalah dahsyat juga melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kupang. Separuh Desa di Kupang Hilang

Salah satunya di Desa Tunbaun Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurut warga desa tersebut, hampir separuh rumah rusak dan lenyap diterjang Siklon Tropis Seroja yang melanda Kupang dan kawasan NTT pada 4-5 April 2021 lalu. Untungnya, tidak ada korban jiwa.

“Semua mata dan telinga mengarah ke Flores Timur dan Lembata, sehingga suara kami tidak didengar. Kami juga kesulitan menyampaikan informasi keluar karena tidak ada akses telepon maupun internet. Listrik pun padam,” kata salah seorang warga Desa Tunbanun, Erasmus Siki sebagaimana dilansir Antara, Minggu (11/4/2021).

Longsor yang menerjang sebagian desa itu telah menyebabkan 294 kepada keluarga kehilangan tempat tinggal.

Baca: Korban Meninggal Bencana NTT 174 Orang, BNPB Optimalkan Pencarian Korban Hilang

Tetapi semua warga selamat karena sudah meninggalkan rumah-rumah mereka sebelum terjadi longsor.

Dia mengatakan, warga desa berbondong-bondong meninggalkan rumah mereka dan mencari tempat aman pada Sabtu, (3/4/2021) setelah mendapat informasi dari Badan Meteorologi dan Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengenai kemungkinan adanya banjir dan longsor.

Laman: 1 2

Berita Terkait