Sempat Diperiksa di Mapolda NTT, Begini Kondisi 2 Gadis Pelaku Prostitusi Online

Kamis, 02 September 2021 16:22
ist
Polwan Polda NTT saat mengamankan AP di sebuah tempat kost usai melayani pelanggan, Rabu (1/9/2021) petang.

digtara.com – Aparat penyidik Subdit V/Syber Direktorat Reskrimsus Polda NTT sudah memeriksa dua orang gadis di Kota Kupang yang merupakan pelaku prostitusi online. Diperiksa di Mapolda NTT

Pemeriksaan dilakukan sejak Rabu (1/9/2021) malam hingga Kamis (2/9/2021).

Walau dua orang pelaku sempat diamankan dan dijadikan tangkapan, namun pada Kamis (2/9/2021) kedua pelaku dipulangkan.

“Untuk tersangka tidak dilakukan penahanan,” ujar Direktur Reskrimsus Polda NTT, Kombes Johanes Bangun S.Sos SIK, Kamis, di Mapolda NTT.

Namun proses hukum kasus ini tetap dilakukan. Penyidik sudah memeriksa para pelaku dan sejumlah saksi.

Baca: Polda NTT Amankan 2 Gadis Terlibat Prostitusi Online

Para pelaku dijerat dengan pasal 45 ayat 1 jo pasal 27 ayat 1 undang-undang nomor 11 tahun 2008 sebagaimana telah diubah dengan undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

“Setiap orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam pasal 27 ayat (1), ayat (2), ayat (3), atau ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling lama enam tahun dan/atau denda paling banyak satu miliar rupiah,” tegasnya.

Keduanya diamankan pada waktu dan tempat yang berbeda.

Baca: Diduga Dijadikan Tempat Prostitusi, Warga Serbu Penginapan di Medan

AP alias Angel alias Nona (20) diamankan polisi di sebuah tempat kost di Kelurahan Oebufu, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.

Sementara CB (21) diamankan di sebuah hotel di Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.

AP diamankan pada Rabu (1/9/2021) siang sekitar pukul 14.00 wita dan CB diamankan pada pukul 17.00 wita.

Dari AP diamankan barang bukti satu unit handphone merk Iphone 8 plus warna merah, Screenshot percakapan aplikasi MiChat atas nama AP, dan satu buah SIM card.

Sementara dari CB diamankan satu buah handphone, satu buah simcard nomor simpati, dua buah alat kontrasepsi jenis sutra dan uang tunai Rp 585.000.

Laman: 1 2 3

Berita Terkait