Seekor Paus Yang Mati Terdampar Diidentifikasi Hamil

Satu paus yang terdampar di perairan Pulau Raijua, Kelurahan Ledeunu, Kecamatan Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) diidentifikasi hamil. / Imanuel Lodja

digtara.com – Seekor ikan paus dengan ukuran 7 meter yang ditemukan mati akibat terdampar di Pulau Raijua, Kelurahan Ledeunu, Kecamatan Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). diidentifikasi sedang hamil.

Kepala Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang, Ikram Malan Sangadji memastikan paus yang hamil tersebut merupakan paus yang ditemukan sebelumnya atau pada Kamis 30 Juli 2020 lalu.

“Paus tersebut tidak dapat diselamatkan dan kondisinya sedang hamil,” katanya.

Muat Lebih

Ia menjelaskan paus tersebut tidak bisa diselamatkan karena kondisinya terluka dan cara penyelamatan yang dilakukan oleh masyarakat juga belum benar. “Sebelumnya kondisinya hidup, tapi karena terluka, akhirnya mati,” ungkapnya.

Menurut Ikram, saat itu warga mencoba menyelamatkan ikan paus tersebut dengan cara mendorongnya ke pantai. Seharusnya, penyelamatannya tidak seperti itu.

Warga harus menggali lubang untuk jebakan ari dan menunggu air laut pasang naik. “Akibatnya paus mengalami dehidrasi dan terluka karena kekurangan air,” sebutnya.

Balai konservasi akan berikan pelatihan

Pihaknya mengidentifikasi kalau belasan paus yang ditemukan dalam dua hari terakhir merupakan paus pilot sirip pendek dengan panjang antara 2,5 meter hingga 7 meter.

Saksikan video-video terbaru lainnya hanya di Channel YoutubeDigtara TVJangan lupa, like comment and Subscribe.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan