Ruang Kelas Diobrak-abrik OTK, Ratusan Siswa SD dan SMP Kupang Diliburkan

Sabtu, 18 September 2021 16:11
foto:imanuel lodja
Garis polisi masih terpasang di ruang kelas yang dirusak OTK

digtara.com – Sejumlah ruang kelas di SD dan SMP Satu Atap Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang diobrak-abrik sejumlah orang tak dikenal (OTK). Ratusan siswa pun terpaksa diliburkan akibat dari peristiwa itu.

Keputusan ini terpaksa diambil pihak sekolah karena isi ruang kelas masih berantakan dan masih ada garis polisi yang dipasang sejak Jumat (17/9/2021) malam. Hal ini disesalkan karena siswa SD di sekolah ini akan menghadapi ujian tengah semester pada Senin (20/9/2021).

Kepala sekolah Feredich Hetmina SPd yang dikonfirmasi Sabtu (18/9/2021) mengakui kalau ia mendapatkan kabar soal ini pada Kamis (16/9/2021) sore.

“Tapi karena ada acara pemakaman kerabat yang meninggal dilanjutkan dengan acara keluarga maka saya baru bisa ke sekolah pada malam hari setelah ada kerabat rekan guru yang memberitahu saya,” ujarnya, Sabtu (18/9/2021).

ruang kelas di kupang diobrak-abrik OTK
Kepala sekolah Feredich Hetmina SPd. (ist)

Saat datang, ia memeriksa sejumlah ruangan kelas dan melihat kondisi ruangan yang berantakan.

Kepala sekolah menelepon bhabinkamtibmas, namun karena sudah malam maka pihaknya pulang dan meminta penjaga sekolah untuk mengontrol lingkungan sekolah.

Kepala sekolah mengaku sudah diperiksa penyidik Polsek Kupang Tengah sejak Jumat (17/9/2021) hingga Sabtu (18/9/2021) subuh sekitar pukul 03.30 wita.

Pada Sabtu (18/9/2021), kepala sekolah langsung menggelar rapat dengan para guru.

Ia pun mengambil kebijakan meliburkan siswa padahal proses pembelajaran tatap muka terbatas baru digelar satu pekan ini.

Ia juga kuatir dengan jadwal pelaksanaan ujian tengah semester yang dijadwalkan awal pekan depan karena hingga saat ini masih terpasang garis polisi dan ruangan belum dirapikan.

“Ada 5 ruangan kelas yang berantakan yakni ruangan kelas I, II, III, VII dan IX. Kami terpaksa pulangkan anak-anak karena tidak bisa menggelar pembelajaran tatap muka terbatas dengan kondisi seperti ini,” ujarnya.

Bantah Persoalan Internal

Laman: 1 2 3

Berita Terkait