PT KAI Revitalisasi Lahannya di Delitua Menjadi Ruang Terbuka Hijau

  • Whatsapp
PT KAI Revitalisasi Lahannya di Delitua Menjadi Ruang Terbuka Hijau
Vice President PT KAI Divre I Sumut, Johannes Daniel Hutabarat menyampaikan rencana revitalisasi lahan stasiun Delitua sebagai ruang terbuka hijau kepada Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi. (Istimewa)

digtara.com – PT Kereta Api Indonesia berencana me-revitalisasi aset berupa lahan milik mereka untuk menjadi ruang terbuka hijau. Aset tersebut berada di kawasan bekas Pasar di Delitua, Deliserdang, Sumatera Utara.

Hal itu diungkakan Vice President PT KAI Divre I Sumut, Johannes Daniel Hutabarat, saat bertemu dengan Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi di rumah pribadi Edy di Delitua, Delisedang, Kamis (9/7/2020).

Johannes menyebutkan, untuk rencana tersebut bahwa pihaknya dalam waktu dekat akan membangun nota kesepahaman (kerja sama) dengan Pemkab Deliserdang. Karena itu ia pun meminta dukungan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) sebelum mengambil langkah lebih lanjut.

Bacaan Lainnya

“Untuk Delitua ini kita mau ada MoU, karena ada program dari Bupati Deliserdang yang cukup bagus, membangun RTH. Jadi di sana status stasiunnya tetap ada. Sehingga jika ada reaktivasi jalur, itu sudah siap. Jadi Pemkab Deliserdang yang akan membuat RTH-nya,” sebut Daniel.

Untuk itu, kata Daniel, dalam waktu dekat pihaknya akan bertemu membahas MoU bersama Pemkab Deliserdang agar rencana tersebut bisa dijalankan dan stasiun lama milik PT KAI, kawasan sekitarnya bisa dijadikan seperti taman sebagai RTH.

“Sementara keberadaan pedagang yang saat ini berjualan di atas aset tersebut, bisa dipindahkan ke tempat yang baru,” tukasnya.

LAKUKAN SECARA HUMANIS

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mendukung rencana PT Kereta Api Indonesia (KAI) merevitalisasi lahan di kawasan bekas pasar di Delitua Kabupaten Deliserdang, melalui kerja sama (MoU) bersama pemerintah setempat. Untuk itu semua persiapan perlu dilakukan, termasuk skema cipta kondisi dengan langkah yang humanis.

“Rencanakan dalam waktu yang terukur. Kepada camat, harus dibuat sosialisasi. Bentuk tim terpadu untuk cipta kondisi, termasuk mendata masyarakat (pedagang). Karena bisa saja ada yang mengambil kesempatan dan provokasi keadaan,” ujar Gubernur.

Setelah cipta kondisi, kata Gubernur, dilakukan pemisahan serta lokalisir agar masalah tidak meluas lagi. Karena meskipun lahan milik PT KAI, namun tetap saja kemungkinan adanya kendala akan selalu menjadi bagian dari proses seperti ini.

“Jangan sampai ada masalah lagi. Namun saya ingatkan, setiap mengambil langkah, lakukan dengan cara yang humanis. Kemudian, langkah selanjutnya adalah menyiapkan skema pemindahan pedagang pasar ke tempat yang baru. Begitu juga penempatan ke lokasi yang baru harus disiapkan dan transparan (adil),” tegas Gubernur.

[AS]

 

 

Saksikan video-video terbaru lainnya hanya di Channel Youtube Digtara TVJangan lupa, like comment and Subscribe.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan