Polisi Ungkap Peran Empat Aktivis KAMI Medan Yang Kini Jadi Tersangka

  • Whatsapp
Polisi Ungkap Peran Empat Aktifis KAMI Medan Yang Kini Jadi Tersangka
Kadiv Humas Polri, Irjen RP Argo Yuwono. (Internet)

digtara.com – Polisi telah menetapkan status tersangka kepada empat aktifis Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Medan. Mereka ditetapkan sebagai tersangka provokator dalam aksi unjukrasa anarkis menentang pengesahan Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja di Medan pada pekan lalu.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono membeberkan peran empat aktivis Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Medan yang memprovokasi masyarakat sehingga terjadi aksi anarki menentang pengesahan UU Cipta Kerja di Medan.

Empat tersangka tersebut adalah inisial KA, J, NZ dan WRP. Mereka adalah aktivis KAMI yang tergabung dalam WhatsApp Group KAMI Medan dengan tersangka KA sebagai admin.

Muat Lebih

BACA JUGA: Diduga Terlibat Unras, Ketua KAMI Medan Ditangkap Polisi

“KA adalah admin WAG KAMI Medan,” kata Irjen Argo seperti dilansir Antara, Jumat (16/10/2020).

Argo mengatakan bahwa di WAG tersebut, ditemukan konten foto kantor DPR RI disertai dengan tulisan “Dijamin komplit kantor sarang maling dan setan”.

 

AJAKAN MELEMPARI DPR DAN POLISI

Kemudian tersangka KA juga menulis kalimat “Mengumpulkan saksi untuk melempari DPR dan melempari polisi” dan “Kalian jangan takut dan jangan mundur” pada WAG tersebut.

Sementara tersangka J di grup WA itu menuliskan pesan “Batu kena satu orang, bom molotov bisa ngebakar 10 orang, bensin bisa berceceran”, “Buat skenario seperti 98, penjarahan toko Cina dan rumah-rumahnya, preman diikutkan untuk menjarah”.

Tersangka NZ dan WRP masing-masing menuliskan “Yakin pemerintah sendiri bakal perang sendiri sama Cina” dan “Besok wajib bawa bom molotov” di grup WA tersebut.

BACA JUGA: Kuasa Hukum Ketua KAMI Medan Khairi Amri Berencana Ajukan Praperadilan

Keempat tersangka ditangkap setelah Siber Bareskrim memantau adanya konten provokasi di grup percakapan dari Medan yang mendorong demonstran melakukan aksi demonstrasi yang anarkis, melakukan vandalisme dan melukai aparat.

“Unjuk rasa kemarin ada yang anarkis, vandalisme yang merusak fasilitas dinas Polri. Lalu fasilitas pemerintah dan fasilitas umum. Melukai orang salah satunya petugas, contohnya di Medan, polisi menjadi korban unjuk rasa anarkis. Dengan adanya anarkis dan vandalisme akibat unjuk rasa ini, kami cek ada beberapa kegiatan terpantau di medsos dari Medan. Pola yang digunakan pola hasut, pola hoaks,” tuturnya.

 

PENGUMPULAN DANA LOGISTIK

Barang bukti yang disita polisi dari keempat tersangka adalah ponsel, dokumen percakapan masing-masing tersangka, uang Rp500 ribu dan kartu ATM.

“Dari WAG itu, dikumpulkan uang untuk suplai logistik, baru terkumpul Rp500 ribu,” tuturnya.

KA, J, NZ dan WRP ditangkap pada Jumat 9 Oktober 2020 di Medan, Sumatera Utara. Dia ditangkap atas dugaan menyebarkan konten hasutan dan bermuatan SARA di WAG KAMI Medan. Kini keempatnya mendekam di Rutan Bareskrim.

Atas perbuatannya, keempat tersangka kini terancam hukuman enam tahun penjara. Mereka dijerat dengan pasal  berpalis. Yakni Pasal 28 Ayat 2 jo Pasal 45A Ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan UU ITE. Serta Pasal 160 KUHPidana.

[AS]

 

 

Saksikan video-video terbaru lainnya hanya di Channel YoutubeDigtara TVJangan lupa, like comment and Subscribe

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

1 Komentar