Polisi Sita Sejumlah Dokumen Terkait Tenaga Kerja Ilegal

  • Whatsapp
Polisi Sita Sejumlah Dokumen Terkait Tenaga Kerja Ilegal
Calon tenaga kerja ilegal saat diserahkan ke dit Reskrimum Polda NTT, Senin (18/1/2021) (digtara.com/immanuel lodja)

digtara.com – Kasus tindak pidana tenaga kerja ilegal yang asal Kabupaten Rote Ndao yang hendak dikirim ke Merauke, Papua dilimpahkan Polsek Alak, Polres Kupang Kota ke penyidik Subdit IV/Renakta dit Reskrimum Polda NTT.

Terkait dengan itu, penyidik Subdit IV/Renakta, Ditreskrimum Polda NTT melakukan penyitaan dokumen berupa KTP sebanyak 5 lembar, kartu keluarga 4 lembar, tiket kapal feri 11 lembar dan satu buah handphone.

“Atas kejadian tersebut, Dit Reskrimum Polda NTT mengambil tindakan hukum serta berkoordinasi dengan dinas Nakertrans Provinsi NTT bahwa ketentuan moratorium Gubernur NTT bahwa tenaga kerja yang akan berangkat keluar daerah harus dilatih oleh BLK Provinsi NTT. Perusahaan pencari kerja dalam merekrut pekerja daerah harus melalui Dinas Nakertrans,” ujar Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Rishian Krisna Budhiaswanto, saat dikonfirmasi, Senin (18/1/2021).

Muat Lebih

Dari hasil interogasi di unit trafficking Subdit IV/Renakta Dit Reskrimum Polda NTT terdapat sejumlah calon tenaga kerja asal Kabupaten Rote Ndao dan satu orang perekrut yang juga berasal dari Kabupaten Rote Ndao yang sudah lama bekerja di Merauke Papua.

Ada pula seorang perempuan yang adalah adik dari perekrut yang hanya mengantar dari Kabupaten Rote Ndao sampai ke Kupang.

Kabidhumas menjelaskan tindakan ini dilakukan dalam rangka mencegah terjadinya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di wilayah Provinsi NTT.

Berdasarkan keteranganan dari sejumlah calon tenaga kerja bahwa perekrut akan membawa mereka untuk bekerja di perusahaan kelapa sawit tempat perekrut bekerja di Merauke, Papua.

Baca: Lepas 70 Tenaga Kerja ke Jepang dan Arab Saudi, Gubernur Sumut Ingatkan Tiga Poin Penting

Penyidik Dit Reskrimum Polda NTT masih berkoordinasi dengan Dinas Nakertrans Polda NTT untuk penanganan lebih lanjut.

14 calon tenaga kerja ilegal yang hendak berangkat bekerja ke Papua diamankan polisi dari Polsek Alak, Polres Kupang Kota, Senin (18/1/2021) subuh.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan