Minggu, 21 Juli 2024

Polisi Ekshumasi Jenazah Korban Pembunuhan yang Juga Pelaku Cabul

Imanuel Lodja - Minggu, 16 Juli 2023 01:22 WIB
Polisi Ekshumasi Jenazah Korban Pembunuhan yang Juga Pelaku Cabul

digtara.com – Aparat kepolisian Polres Timor Tengah Selatan (TTS) melakukan ekshumasi jenazah Amos Tanaem (51).

Baca Juga:

Amos yang juga warga Desa Noinbila, Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten TTS merupakan korban penganiayaan hingga meninggal dunia pada Senin (8/5/2023) lalu.

Ia dianiaya hingga tewas karena mencabuli dengan meremas payudara korban IFT.

Baca: Kakek Cabul Perkosa Cucu Alami Keterbelakangan Mental hingga Melahirkan

Ekshumasi otopsi korban meninggal dilakukan di pekuburan keluarga Umefeo di Desa Noinbila, Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten TTS pada Kamis (13/7/2023).

Ekshumasi dilakukan oleh AKBP dr Edi Syahputra Hasibuan Sp.F MH Kes yang juga Kasubbid Dokpol Biddokkes Polda NTT bersama Briptu Dian Nofitasari Umbu Nay, SKM dan Briptu Saint Valenthino Tefnai, Amd.Kep.

Kasat Reskrim Polres TTS, Iptu Joel Ndolu, SH saat dikonfirmasi Sabtu (15/7/2023) menyebutkan kalau korban Amos dianiaya pada Senin (8/5/2023) sekitar pukul 10.30 Wita di Netenaus, tepatnya di depan halaman depan Gereja Petra Nonohonis wilayah, Dusun II, Desa Noinbila, Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten TTS.

Penganiayaan ini mengakibatkan korban Amos Tanaem meninggal dunia.

Awalnya, korban IFT ke kios milik Bernadus Laning untuk membeli minuman dingin Floridina.

Ia kemudian keluar dari kios hendak pulang ke rumah. Namun di depan pintu kios, korban sedang berdiri di depan pintu.

“Secara cepat korban menggunakan tangan kanannya meremas buah dada sebelah kiri IFT sebanyak satu kali,” ujar Kasat.

IFT kemudian langsung pulang ke rumah dan melaporkan kepada Maksimus Kase.

Maksimus pun langsung ke kios tempat kejadian perkara dan hendak mencari korban Amos (pelaku cabul).

Maksimus disusul oleh Milda Taek dan rekannya ke kios milik Bernadus Laning. Milda dan rekannya menanyakan kebenaran aksi cabul yang dilakukan Amos terhadap IFT.

Amos pun berterus terang dan mengakui perbuatannya telah meremas dada IFT di kios.

Kemudian Milda membawa korban Amos ke rumah ketua RT setempat guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Saat Milda dan rekannya sedang membawa Amos ke rumah ketua RT tepatnya di depan halaman gereja Petra Nonohonis, tiba-tiba datang Sefrid Taek.

Secara cepat, Sefrid Taek menggunakan kepalan tangan kanannya diayunkan ke arah pipi kiri korban Amos sebanyak 1 kali hingga korban berputar dan berjalan kurang lebih 5 meter.

Selanjutnya korban Amos jatuh dan meninggal dunia di halaman gereja Petra Nonohonis.

Korban kemudian dibawa ke rumahnya dan dimakamkan pada tanggal 10 Mei 2023.

Keluarga kemudian melapor ke polres TTS dan diproses secara hukum. Untuk mengetahui penyebab kematian maka pihak Polres TTS meminta tim medis melakukan ekshumasi otopsi.

Hal ini berdasarkan laporan polisi nomor LP/B/ 144/ V/2023/ SPKT Res TTS, tanggal 8 Mei 2023 dan permohonan otopsi Polres TTS nomor B /1135/ VI/ 2023/ Reskrim, tanggal 24 Juni 2023
AKBP dr Edy Hasibuan menyebutkan kalau saat pemeriksaan luar ditemukan kalau mayat sudah dalam proses pembusukan lanjut dan diperkirakan waktu kematian 2 bulan. “Terdapat memar pada pipi kanan dan dahi kanan,” ujarnya saat dikonfirmasi Sabtu (15/7/2023).

Saat pemeriksaan dalam ditemukan terdapat resapan darah pada puncak kepala bagian atas serta terdapat resapan darah pada tulang tengkorak kepala bagian belakang kiri bawah.

“Tidak ditemukan robek atau patah pada tulang kepala,” tambah dr Edy Hasibuan.

Tim dokter juga melakukan pengambilan sampel paru, jantung, hati dan ginjal serta tulang iga kiri untuk pemeriksaan laboratorium lanjutan.

Diakui kalau pihak nya sudah melakukan pemeriksaan luar mayat sehingga ditemukan memar pada pipi kanan dan dahi bagian kanan. Di kepala ditemukan resapan darah pada puncak kepala dan bagian belakang kepala. Penyebab kematian adalah perdarahan otak,” ujarnya.

Ekshumasi otopsi ini dihadiri Kasat Reskrim Polres TTS, Iptu Joel Ndolu, SH, penyidik Satreskrim Polres TTS, tim Inafis Polres TTS dan pihak keluarga.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami diĀ Google News

Polisi Ekshumasi Jenazah Korban Pembunuhan yang Juga Pelaku Cabul

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Tiga Bulan Dimakamkan, Jenazah Ibu yang Diduga Dibunuh Anaknya Kembali Diotopsi

Tiga Bulan Dimakamkan, Jenazah Ibu yang Diduga Dibunuh Anaknya Kembali Diotopsi

Diduga Meninggal Tidak Wajar, Jenazah Warga Kupang Diotopsi

Diduga Meninggal Tidak Wajar, Jenazah Warga Kupang Diotopsi

Tim Medis Bid Dokkes Polda NTT Otopsi Jenazah Bayi yang Dibuang Ibunya dalam Koper

Tim Medis Bid Dokkes Polda NTT Otopsi Jenazah Bayi yang Dibuang Ibunya dalam Koper

Jenazah Korban Gantung Diri di Sumba Timur Diotopsi

Jenazah Korban Gantung Diri di Sumba Timur Diotopsi

Dokter Kepolisian Ekshumasi Otopsi Jenazah Yesua WD Kolly

Dokter Kepolisian Ekshumasi Otopsi Jenazah Yesua WD Kolly

Lima Hari Disimpan dalam Freezer, Jenazah Tanpa Identitas Diserahkan ke Dinsos Provinsi NTT

Lima Hari Disimpan dalam Freezer, Jenazah Tanpa Identitas Diserahkan ke Dinsos Provinsi NTT

Komentar
Berita Terbaru