Polemik SBY-AHY Vs Guru Besar USU, Ketua Umum KAMMI Sumut Angkat Bicara

KAMMI Sumut
Ketua Umum PW KAMMI Sumut, Akhir Rangkuti. (foto:istimewa)

digtara.com – Cuitan Guru Besar Universitas Sumatera Utara (USU), Prof Yusuf Leonard Henuk di twitter yang menyebut Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Presiden RI ke, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bodoh, terus memancing reaksi berbagai pihak. Salah satunya dari pengurus KAMMI Sumut.

Ketua Umum Pengurus Wilayah (PW) Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Sumut, Akhir Rangkuti Akhir menyayangkan tutur bahasa yang digunakan Prof Yusuf Leonard Henuk dalam postingannya di twitter.

Menurut dia, sebagai seorang Guru Besar, seharusnya Prof Yusuf Leonard menggunakan tutur bahasa yang baikterkemas rapi dalam menjelaskan ke publik. Bukan malah membuat kegaduhan.

Muat Lebih

“Saya tidak melihat ada sosok yang patut di teladani dari Prof Yusuf Leonard Henuk ini. Bagaimana bisa orang yang sudah jadi guru besar dan sudah jadi profesor mengeluarkan kata-kata umpatan yang tidak patut begitu kepada AHY bahkan kepada SBY yang merupakan mantan Presiden Indonesia,” kata Akhir, Selasa (19/1/2021).

Apa yang dilakukan Prof Yusuf Leonard ini, kata Akhir tidak layak di contoh.

“Dan tidak layak jadi guru besar itu kalau memang orangnya begitu. Cabut saja gelar guru besarnya itu kalau memang kerjanya hanya bisa menimbulkan kegaduhan,” ujarnya.

Ia merasa miris melihat cara Prof Yusuf Leonard Henuk dalam mencermati isu kontemporer negara saat ini. Sebagai Guru Besar USU, ia menyebut diri Prof Yusuf Leonard menjadi contoh bagi masyarakat.

“Peristiwa ini bukan hanya merugikan satu pihak, namun kerugian juga dirasakan oleh pihak Universitas Sumatera Utara (USU). Mengapa ujaran kebencian ini keluar dari mulut seorang guru besar dari kampus terbaik di pulau Sumatera,” bebernya.

Ungkapan guru besar USU yang menuai kontroversi…

Pos terkait

Tinggalkan Balasan