Polda Sumut Diminta Ambil Alih Kasus Penganiayaan Yang Diduga Dilakukan Humas PT TPL

  • Whatsapp
Polda Sumut Diminta Ambil Alih Kasus Penganiayaan Yang Diduga Dilakukan Humas PT TPL
Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Adat (AMMA) saat berunjukrasa di depan gerbang Mapolda Sumut. (Alvi Suwitra/Digtara)

digtara.com – Polda Sumatera Utara diminta untuk segera mengambil alih kasus penganiayaan yang patut diduga dilakukan oleh Bahara Sibuea, Humas PT Toba Pulp Lestari (TPL).

Desakan itu disampaikan puluhan massa yang mengatasnamakan diri sebagai Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Adat (AMMA) saat berunjukrasa di depan gerbang Mapolda Sumut, Selasa (8/9/2020).

Ketua AMMA, Roganda Simanjuntak mengatakan, mereka meminta penanganan kasus itu diambil alih, karena masyarakat sudah tak lagi percaya pada Polres Simalungun, yang selama ini menangani perkara tersebut.

Muat Lebih

“Kami meminta agar Kapolda Sumut memerintahkan penyidiknya untuk mengambil alih kasus ini. Kami tidak percaya lagi kepada Polres Simalungun, ” ujar Roganda.

AMMA, kata Roganda, juga mendesak Polisi untuk segera menangkap Bahara. Apalagi statusnya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Humas PT TPL itu sudah di tetapkan sebagai tersangka beberapa bulan yang lalu. Tapi dia tidak ditahan. Bahkan ketika korban datang ke Polres Simalungun untuk memberikan kesaksian, dia malah ditangkap dan dijadikan tersangka. Setelah menjalani persidangan, dia divonis 6 bulan penjara, ” tuturnya.

Aksi unjukrasa yang mendesak Kapolda Sumut mengambil alih kasus penganiayaan itu, hanya ditanggapi oleh Humas Polda Sumut. Puluhan massa yang berunjukrasa pun merasa kecewa. Mereka menilai Kapolda Sumut tak serius merespon mereka.

“Kami kecewa. Kami maunya Kapolda Sumatera Utara yang turun langsung menjumpai kami. Bukan di wakili oleh humasnya. Karena Polres Simalungun seperti tidak serius menangani kasus ini. Seolah olah dengan status Humas PT TPL sebagai tersangka, sudah cukup bagi mereka, ” tutupnya.

 

Kronologi Kasus…

Pos terkait

Tinggalkan Balasan