Penahanan 5 Tersangka Penganiaya PNS Dinsos NTT Ditangguhkan

Kamis, 18 Agustus 2022 12:02
int
Ilustrasi

digtara.com – Penyidik Reskrim Polsek Maulafa menangguhkan penahanan 5 warga pelaku penganiayaan PNS Dinas Sosial Provinsi NTT.

Penangguhan penahanan ini dilakukan Polsek Maulafa sejak beberapa waktu lalu.

Kapolsek Maulafa, Kompol Anthonius Mengga yang dikonfirmasi Kamis (18/8/2022) mengakui kalau penangguhan penahanan dilakukan penyidik karena berbagai pertimbangan.

“Ada banyak pertimbangan penyidik antara lain para tersangka memiliki anak yang masih kecil dan terutama keamanan korban dan keluarganya,” tandas Kapolsek.

Kapolsek juga menilai kalau para tersangka juga sangat kooperatif terkait dengan penyelidikan perkara ini.

Baca: PNS di Bengkalis Terima Bansos Tunai Rp 15,6 Juta, Kok Bisa?

Para tersangka juga tetap melakukan wajib lapor sesuai waktu yang ditentukan penyidik dan proses hukum masih terus dijalankan.

Sebelumnya, aparat keamanan Polsek Maulafa, Kota Kupang mengamankan 5 pria yang diduga menganiaya dan mengeroyok PNS Dinas Sosial Provinsi NTT.

Lima pelaku yang diamankan dan ditahan dalam sel Polsek Maulafa yakni Yopi Timtole dan adiknya Yesaya Timtole, Marsel Suni, Afred Suni dan Norket Suni.

Mereka merupakan warga Kelurahan Naimata, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

“Kita amankan 5 terduga pelaku setelah kita gelar perkara,” ujar Kapolsek Maulafa, Kompol Anthonius Mengga.

Kelima terduga ditahan di sel Polsek Maulafa sejak Jumat (5/8/2022) hingga 20 hari kedepan.

Lima orang tersangka tersebut diamankan karena diduga terlibat dalam kasus pengeroyokan terhadap PNS dinas sosial Provinsi NTT.

Kelima tersangka tersebut dijerat dengan pasal 170 terkait pengeroyokan dengan ancaman di atas lima tahun penjara.

Laman: 1 2 3

Berita Terkait