Penadah Ponsel Curian Dibebaskan Karena Alasan Kemanusiaan

  • Whatsapp
Penadah Ponsel Curian Dibebaskan Karena Alasan Kemanusiaan
Polisi saat mendatangi RS ke kediamannya di Langkat. RA yang penyandang disabilitas, sempat terlibat kasus penadahan ponsel milik seorang anggota Polri. (Digtara)

digtara.com – Polisi mengamankan seorang penadah barang curian berinsial RA, warga Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Namun bukannya dihukum, pelaku penadahan itu justru dibebaskan.

Pembebasan itu cukup beralasan. Yakni karena kemanusiaan, mengingat kondisi RA yang merupakan seorang penyandang disabilitas. RA saat ini hanya bisa terbaring di tempat tidur setelah mengalami kelumpuhan sejak 4 tahun lalu.

“RA mengalami kelumpuhan, sehingga korban bersedia tidak melanjutkan proses hukum dan mencabut laporannya,” kata Panit Opsnal Seksi Intel Satuan Brimob Polda Sumut, Ipda Heri Suhartono seperti dilansir Sumutnews, Rabu (15/7/2020).

Bacaan Lainnya

Sementara itu korban adalah Aiptu Ronal James Sitorus. Dia merupakan Banit Kompi 1 pada Batalyon A Satuan Brimob Polda Sumut. Aiptu Ronal kehilangan ponsel miliknya di salah satu gerai di Pusat Perbelanjaan yang ada di Jalan Gatot Subroto Medan.

Atas kehilangan tersebut, Aiptu Ronal membuat laporan kehilangan ke Seksi Intel Satuan Brimob Polda Sumut. Laporan itu kemudian ditindaklanjuti dan ponsel tersebut berhasil diidentifikasi berada di wilayah Dusun Mekar Sari, Langkat, Sumatera Utara.

“Petugas kita lalu berkoordinasi dengan Kepala Lingkungan dan mendatangi rumah RA pada Selasa, 14 Juli 2020 kemarin. Di sana kita berhasil menemukan ponsel tersebut,” sebut Ipda Heri.

Saat diinterogasi, sambung Ipda Heri, RA mengaku membeli ponsel tersebut secara online dari seseorang bernama Wanda. Untuk ponsel tersebtu dia membayar Wanda Rp2,25 juta.

“RA tidak mengetahui bahwa HP yang dibelinya hasil Tindak Pidana Pencurian dan ia tidak mengetahui kediaman Wanda,” jelasnya.

Petugas lalu berkoordinasi dengan Polsek Medan Baru. Karena alasan kemanusian, petugas menyarankan korban mencabut laporan agar RA tidak dilakukan proses hukum.

“RA lalu bersedia menyerahkan HP yang dibelinya dan selanjutnya diserahkan kepada korban,” pungkasnya.

[AS]

 

 

Saksikan video-video terbaru lainnya hanya di Channel Youtube Digtara TVJangan lupa, like comment and Subscribe.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan