Pemerintah Jangan Terburu-buru dan Termakan Janji Taliban

Minggu, 05 September 2021 16:10

digtara.com – Cendekiawan muslim Buya Syafii Maarif mengingatkan pemerintah untuk tidak tergesa-gesa menjalin hubungan diplomatik dengan Taliban yang kini menguasai Afghanistan. Bahkan, ia menyarankan agar Pemerintah Indonesia tidak mudah termakan janji Taliban.

“Bagi saya begini, kita wait and see dulu. Kan katanya mau berubah, tapi kan belum tampak buktinya. Kita tunggu bukti dulu,” kata Syafi’i Maarif ketika ditemui di kediamannya, Nogotirto, Gamping, Sleman, DIY, Jumat (3/9).

Sebab, ia meyakini mengubah ideologi tidak akan semudah membalikkan telapak tangan.

“Berkuasa lima tahun itu Taliban membawa keping neraka ke muka bumi. Semestinya yang pakai (nama) Islam, membawa keping surga. Jangan dibalik-balik begitu. Orang yang tidak paham Islam itu menarik (kesimpulan) Islam repot. Islam tidak seperti ini,” tegasnya.

Keping neraka yang disebut Syafi’i Maarif yakni ketika Taliban memimpin Afghanistan pada 1996-2001 silam, dengan menerapkan syariat Islam versi Taliban.

Taliban sebelumnya berjanji akan meniadakan konflik, amnesti kepada mereka yang berseberangan atau memuliakan kaum perempuan. Namun, memori atas kekejaman rezim militan ini sepanjang 1996-2001 masih melekat. Karena itu, jangan sampai termakan janji Taliban.

Seperti, genosida hingga pengekangan peran perempuan yang terjadi di sepanjang ideologi Taliban berkuasa.

“Tahun 1996-2001 itu parah sekali. Parah sekali,” terang dia,

Laman: 1 2

Berita Terkait