Pemakaman Ditolak Warga, Jenazah Pasien Covid-19 Sempat Bermalam di Rumah Sakit

  • Whatsapp
Pemakaman Ditolak Warga, Jenazah Pasien Covid-19 Sempat Bermalam di Rumah Sakit
Ilustrasi: Pemakaman Pasien dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 (Antara)

digtara.com – Satu jenazah yang hendak dimakamkan dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, ditolak warga di Deliserdang, Sumatera Utara. Penolakan itu sempat membuat jenazah itu terlantar dan terpaksa bermalam di RSUD Deliserdang.

Informasi yang dihimpun, jenazah pasien berinisial LM (51), warga Jalan Galang, Kelurahan Cemara, Kecamatan Lubuk Pakam, Deliserdang itu, meninggal pada Senin, 21 September 2020 malam.

Setelah LM meninggal dunia, petugas pemakaman khusus Covid-19 membawa jenazah PNS guru itu ke TPU Bersama Lubuk Pakam. Namun di sana jenazahnya ditolak sehingga petugas membawanya ke TPU Kristen, Jati Baru, Pagar Merbau.

Muat Lebih

Di TPU Jati Baru, jenazah tetap ditolak hingga kemudian dibawa ke TPU Pasar Melintang. Di Pasar Melintang, pemakaman lagi-lagi mendapatkan penolakan, sehingga jenazah yang harusnya sudah dimakamkan dibawa kembali ke RSUD Deliserdang dan bermalam di sana.

 

SOLUSI PEMAKAMAN

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Deli Serdang, Haris Binar Ginting, mengatakan, mereka sudah menemukan solusi masalah ini. Jenazah LM rencananya dimakamkan di kawasan Deli Tua.

“Kita sudah cari solusinya ada pemakaman kita di Deli Tua. Lahannya khusus Covid, dari pengadaan waktu itu. Luasnya sekitar 3.000 meter persegi dan dapat diperluas,” jelas Haris seperti dilansir Merdeka.

Dia mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan aparat terkait di Deli Tua. “Sedang kita proses di Deli Tua, sudah kita kontak camatnya. Kita sudah koordinasi dengan camatnya,” sebutnya.

Deli Serdang termasuk daerah dengan kasus terbanyak di Sumatera Utara setelah Kota Medan. Rinciannya, Medan 5.407 kasus, Kabupaten Deli Serdang 1.180 kasus, Kota Pematangsiantar 251 kasus, Kabupaten Simalungun 199 kasus, Kota Binjai 181 kasus dan Kabupaten Serdang Bedagai 162 kasus.

Mengenai penolakan yang dilakukan masyarakat dalam pemakaman pasien Covid-19, menurut Haris, itu hal yang biasa terjadi. Karena itu, mereka terus berupaya mengedukasi masyarakat agar punya pemahaman yang lebih luas.

“Kita kasih pengertian terus, komunikasi diperbanyak. Ini kan miss komunikasi saja. Mereka dapat kabar kurang baik, karena itu kita tidak bisa menyalahkan masyarakat saja, karena begitulah pemahaman mereka. Kita coba buka pemikiran masyarakat dengan meningkatkan volume sosialisasi,” tegasnya.

[AS]

 

 

Saksikan video-video terbaru lainnya hanya di Channel Youtube Digtara TVJangan lupa, like comment and Subscribe.

 

Pemakaman Ditolak Warga, Jenazah Pasien Covid-19 Sempat Bermalam di Rumah Sakit

Pos terkait

Tinggalkan Balasan