Pelaku Transportasi di Medan Mohon Bantuan Pemerintah Antisipasi Covid-19

  • Whatsapp
Hari Ke-2 Cuti Bersama, Penumpang Bus Antar Kota Meningkat Antisipasi Covid-19
M. Ambarita (digtara.com/goklas wisely)

digtara.com – Setelah sekitar empat bulan (Juli-Oktober) beroperasi di masa pandemi, pelaku usaha di bidang angkutan umum (transportasi) khususnya di masa libur cuti bersama, mengutarakan harapannya agar pemerintah membantu mereka terkait antisipasi Covid-19.

“Harapannya kepada pemerintah dari angkutan umum ya betul-betul lah kami diperhatikan. Ya ini lah udah tahu cuti bersama tidak ada bagi masker entah di semprot disinfektan ke dalam bus dll. Kita juga takut, tapi harus bagaimana?” kata perwakilan Bus Sejahtera Medan, M. Ambarita.

Dia menceritakan bantuan terkait protokol covid-19 hanya diberikan dinas perhubungan berupa pencuci tangan dan alat deteksi suhu tubuh. Selain itu, penumpang juga dihimbau oleh pihak transportasi Sejahtera untuk taat protokol kesehatan seperti memakai masker.

Muat Lebih

“Kalau tidak pakai masker kami turunkan. Karena pas di Siantar nanti ada pemeriksaan di Tanjung Pinggir. Sampai saat ini tidak ada himbauan apapun langsung kepada kami dari pihak pemerintah di masa libur ini,” terangnya.

Ia juga menceritakan saat permulaan masa pandemi silam, bahkan transportasi Sejahtera sempat berhenti total dari bulan Mei hingga Juni.

Saat itu, Ambarita cukup kecewa karena tidak ada bantuan yang didapat para supir dan kernet dari pemerintah.

Baca: Meski Dilanda Pandemi Covid-19, Penjualan Kendaraan Listrik Berpeluang Naik

“Ya paling bantuan dari pihak perusahaan bus Sejahtera sekitar gaji sebulan,” sebutnya.

Di hari libur ke-2 cuti bersama ini, lanjutnya, penumpang yang menggunakan Bus Sejahtera mengalami peningkatan sekitar 75 persen dibandingkan denga hari biasanya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

2 Komentar