Pasca Tsunami Selat Sunda, Angkutan Penyeberangan Merak-Bakauheni Jadi Sepi

Rabu, 26 Desember 2018 19:31

digtara.com | JAKARTA – Pasca bencana alam tsunami menghantam pesisir Banten dan Lampung membuat angkutan penyeberangan turun drastis. Angkutan penyeberangan Merak-Bakauheni langsung sepi pasca insiden tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi menjabarkan, pada saat angkutan libur Natal yaitu 21 dan 22 desember, jumlah penumpang angkutan penyeberangan ke Merak meningkat dari biasanya.

Misalnya untuk kendaraan, dari lima ribu kendaraan per hari meningkat dua kali lipat menjadi 10 ribu kendaraan dan penumpang meningkat dari hari biasa sekitar 25 sampai 30 ribu orang menjadi 50 ribu orang.

“Tapi sejak tanggal 22 itu drop, turun sampai sekarang,” kata Budi di kantor Kemenhub, Jakarta Rabu 26 Desember 2018.

Diuraikan, berdasarkan data yang diperoleh Kemenhub pada tanggal 21 dan 22 Desember itu masing-masing jumlah penumpang berada pada posisi 51.384 dan 66.897. Hal yang berbeda terlihat jelas pada tanggal 23 dan 24 di mana menurun hingga dua kali lipat yaitu masing-masing 36.685 dan 31.241 penumpang.

Menurut dia, turunnya jumlah penumpang angkutan penyeberangan itu lantaran masih banyaknya masyarakat yang bertanya-tanya terkait kondisi laut pasca tsunami. Sehingga penyeberangan pun menurun signifikan.

“Ada yang mau nyeberang juga bertanya laut aman atau tidak,” jelasnya.

Di satu sisi, Ia melanjutkan, evaluasi yang dapat diambil dari angkutan Natal kali ini akan dijadikan pembelajaran bagi Kemenhub untuk melaksanakan angkutan Lebaran. Khususnya, terkait lonjakan penumpang yang signifikan.

“Kenaikan signifikan ini peringatan untuk angkutan Lebaran. Ada antrean pintu tol di Merak, karena air juga sempat surut sehingga kapal tidak bisa merapat,” jelasnya.

Berita Terkait