Pasca Ruang Kelas Diobrak-abrik Pria Bertopeng, Ratusan Siswa Mulai Ujian

Senin, 20 September 2021 09:52
imanuellodja
Kondisi sekolah pasca pengrusakan yang dilakukan OTK

digtara.com – Para siswa SD dan SMP Satu Atap Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang mulai beraktivitas pasca 5 ruang kelas diobrak-abrik sejumlah orang tak dikenal (OTK) yang menggunakan topeng atau penutup wajah. Senin (20/9/2021), ratusan siswa mulai melakukan mengikuti sekolah tatap muka dan ujian tengah semester.

Ujian digelar setelah pada sabtu (18/9/2021) lalu, pihak Polsek Kupang Tengah membuka garis polisi dan mengizinkan sekolah membersihkan dan merapikan ruangan kelas yang sempat hancur dirusak OTK.

“Polisi sudah izinkan kami bersihkan ruangan sehingga sekarang anak-anak bisa ikut ujian sekolah,” ujar kepala sekolah Feredich Hetmina, SPd yang dikonfirmasi Senin (20/9/2021).

Sebelumnya, ratusan siswa terpaksa diliburkan. Keputusan ini terpaksa diambil pihak sekolah karena isi ruang kelas masih berantakan dan masih adanya garis polisi yang dipasang sejak Jumat (17/9/2021) malam.

Kepala Sekolah Feredich Hetmina, SPd mengaku mengetahui sekolah tersebut dirusak OTK pada Kamis (16/9/2021) sore.

“Tapi karena ada acara pemakaman kerabat yang meninggal dilanjutkan dengan acara keluarga maka saya baru bisa ke sekolah pada malam hari setelah ada kerabat rekan guru yang memberitahu saya,” ujarnya, Sabtu (18/9/2021).

Saat datang, ia memeriksa sejumlah ruangan kelas dan melihat kondisi ruangan yang berantakan.

Kepala sekolah menelepon bhabinkamtibmas, namun karena sudah malam maka pihaknya pulang dan meminta penjaga sekolah untuk mengontrol lingkungan sekolah.

Kepala sekolah mengaku sudah diperiksa penyidik Polsek Kupang Tengah sejak Jumat (17/9/2021) hingga Sabtu (18/9/2021) dinihari sekitar pukul 03.30 wita.

Laman: 1 2 3 4

Berita Terkait