Pasca 12 Penambang Tewas di Madina, BEM Nusantara Minta Evaluasi Kinerja Dirkrimsus Polda Sumut

Sabtu, 30 April 2022 13:35
ist
Pasca 12 Penambang Tewas di Madina, BEM Nusantara Minta Evaluasi Kinerja Dirkrimsus Polda Sumut

digtara.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara, meminta Kapolri Jenderal Lystio Sigit Prabowo melakukan evaluasi kinerja Kapolda Sumut dan Direktur Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Sumut Kombes Jon Nababan.

Ini disampaikan, terkait peristiwa menonjol yang menewaskan 12 orang warga dikarenakan tertimbun longsor di lokasi tambang emas di Desa Limabung, Kecamatan Lingga Bayu, Kabupaten Mandailing Natal Sumatera Utara pada hari Kamis sore.

Sekretaris Pusat BEM Nusantara, M. Julianda Arisha mengatakan, seharusnya peristiwa ini tidak perlu terjadi kalau jajaran Direktorat Kriminal Khusus Polda Sumut menjalankan tugasnya.

Baca: 12 Orang Tewas Tertimbun Longsor Tambang Emas di Madina, Walhi Soroti Kinerja Ditkrimsus Polda Sumut

“Bayangkan banyak tambang legal dan ilegal disana yang merugikan masyarakat bahkan menimbulkan korban jiwa,” katanya, Sabtu (30/4/2022).

Seperti, dipaparkan pria yang biasa disapa Nanda yakni PT Sorik Merapi Geothermal Plant (SMGP) beberapa kali mengalami kebocoran yang menimbulkan korban jiwa bagi masyarakat setempat dan juga korban lainnya.

Baca: Tambang Emas Longsor Makan Korban, Walhi: Ada Mafia Bermain, Madina Dalam Ancaman Bencana Besar

Ditambah lagi 12 warga tewas akibat lokasi penambang yang diduga ilegal.

“Apa yang dilakukan? Seharusnya cek dong ijin, amdal dan syarat lainnya. Kalau ada yang dilanggar ya tutup atau carikan solusinya,” tegas Nanda.

Laman: 1 2

Berita Terkait