Pakai Dana Desa untuk Kepentingan Pribadi dan ke Tempat Hiburan Malam, Kades di Ende Ditahan Polisi

Senin, 09 Januari 2023 16:57
istimewa
Pakai Dana Desa untuk Kepentingan Pribadi dan ke Tempat Hiburan Malam, Kades di Ende Ditahan Polisi

digtara.com – Vitalis Nuri alias Vitalis, Kepala Desa Wewaria, Kecamatan Wewaria, Kabupaten Ende tahun 2013 hingga 2019 ditahan polisi di Polres Ende.

Mantan kepala desa ini ditahan sejak Senin (9/1/2023) karena kasus tindak pidana korupsi anggaran dana desa tahun 2018.

Total secara keseluruhan kerugian keuangan negara dari tindakan Vitalis ini sebesar Rp 169.512.224.

Vitalis diproses sesuai laporan polisi nomor LP.A/279/XII/2022/ Res.Ende/Polda NTT, tanggal 5 Desember 2022 dan Sp.Sidik/383/XI/2022 Reskrim, tanggal 6 Desember 2022.

Baca: Anak Petani, Penderita Tumor Ganas di Sidimpuan Pasrah Tak Punya Biaya Berobat

“Tersangka Vitalis menggunakan keuangan untuk kepentingan pribadi, bersenang-senang ke tempat hiburan malam,” ujar Kasat Reskrim Polres Ende, Iptu Yance Yauri Kadiaman, SH, Senin (9/1/2023).

Untuk kasus ini, polisi sudah memeriksa 12 orang saksi dari pihak desa, kecamatan, DPMD Kabupaten Ende, tukang dan dari suplayer.

“Penyidik juga memeriksa saksi ahli dari inspektorat Kabupaten Ende dan ahli akuntan publik,” tandas Kasat Reskrim Polres Ende.

Polisi juga menyita barang bukti dokumen berupa Peraturan Desa Wewaria nomor 3 tahun 2018 tentang Anggaran Pendapatan Dan Belanja Desa(APBDes) Tahun Anggaran 2018, Rencana Anggaran Biaya(RAB) pembangunan gedung PAUD.

Selain itu dokumen Desain dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) pembangunan jalan desa, Pertanggungjawaban Belanja Dana Desa (APBN) Tahap I Tahun Anggaran 2018, Pertanggungjawaban Belanja Dana Desa (APBN) Tahap II Tahun Anggaran 2018.

Juga dokumen Pertanggungjawaban Belanja Alokasi Dana Desa (ADD) Tahap I Tahun Anggaran 2018, Pertanggungjawaban Belanja Alokasi Dana Desa (ADD) Tahap II Tahun Anggaran 2018 dan Pertanggungjawaban Belanja Alokasi Dana Desa (ADD) Tahap II Tahun Anggaran 2018.

Dalam aksinya, Vitalis Nuri tidak transparan dalam pengelolaan keuangan desa.

“Kepala Desa memegang keuangan tanpa melibatkan Kaur keuangan desa,” tambahnya.

Laman: 1 2

Berita Terkait