Nyaris Diperkosa, Laporan Mahasiswi Ditolak Polisi Gegara Belum Vaksin Covid-19

Selasa, 19 Oktober 2021 19:51
ilustrasi
Sertifikat vaksin

digtara.com – Seorang mahisiswi di Aceh Besar yang mengaku jadi korban percobaan pemerkosaan ditolak saat hendak melapor ke Polresta Banda Aceh. Alasan laporan ditolak disebut karena belum vaksin Covid-19.

“Saat melapor kita diminta menunjukkan sertifikat vaksin, karena korban belum vaksin, laporannya tidak diterima,” kata Kepala Operasional YLBHI-LBH Banda Aceh, Muhammad Qodrat, melansir suara.com –jaringan digtara.com, Selasa (19/10/2021).

Peristiwa berawal saat korban berada di rumahnya di Kabupaten Aceh Besar, pada Minggu.

Baca: Projo Gencar Lakukan Percepatan dan Perluasan Vaksinasi Gratis untuk Sumut dan Aceh

Tiba-tiba pria tak dikenal mengetuk pintu rumah korban. Setelah dibuka dan berhasil masuk, pelalu langsung memeluk dan mencoba memperkosa korban.

Korban melawan dan berteriak. Hal itu megundang perhatain warga dan ibunya yang saat itu baru kembali dari pasar.

“Karena ketahuan pelaku melarikan diri. Setelah itu, mereka melaporkan peristiwa tersebut kepada kepala dusun di sana,” ujarnya.

Baca: Perwira Polisi Cabut Laporan Setelah Viral, Pengamat: Ada yang Tak Beres, Kapolres Siantar Harus Diperiksa

Pascakejadian korban meminta pendampingan hukum ke LBH Banda Aceh dan membuat laporan pada Senin (18/10/2021).

Namun, laporan korban ditolak karena belum memiliki sertifikat vaksin. Padahal korban sudah menjelaskan tidak bisa di vaksin Covid-19. Hanya saja surat keterangannya tidak di bawa karena tertinggal di kampung halaman.

Laman: 1 2 3

Berita Terkait