Selasa, 12 Desember 2023

NTT Bakal Dilanda Cuaca Ekstrem hingga Tanggal 2 Januari 2023, Begini Penjelasan BMKG

Imanuel Lodja - Rabu, 28 Desember 2022 06:50 WIB
NTT Bakal Dilanda Cuaca Ekstrem hingga Tanggal 2 Januari 2023, Begini Penjelasan BMKG

digtara.com – Sejak tanggal 21 Desember 2022, BMKG telah mengeluarkan rilis potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi dalam sepekan hingga tanggal 1 Januari 2023.

Baca Juga:

Informasi rilis tersebut berkaitan dengan adanya signifikansi dinamika atmosfer yang dapat meningkatkan potensi cuaca ekstrem selama periode natal dan tahun baru (Nataru) 2022/2023.

Berdasarkan analisis cuaca terkini, kondisi dinamika atmosfer di sekitar Indonesia masih berpotensi signifikan terhadap peningkatan curah hujan di beberapa wilayah dalam sepekan kedepan.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Dwikorita Karnawati dalam keterangan resminya menyebutkan ondisi dinamika atmosfer yang dapat memicu peningkatan curah hujan tersebut antara lain  Monsun Asia menunjukkan aktifitas cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir dengan potensi dapat disertai adanya seruakan dingin dan fenomena aliran lintas ekuator yang dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan secara signifikan di wilayah Indonesia bagian barat, tengah dan selatan.

Baca: Kapolda NTT Himbau Perayaan Natal Tanpa Petasan dan Konsumsi Miras

Seruakan dingin Asia merupakan fenomena yang cukup lazim terjadi saat Monsun Asia aktif yang mengindikasikan adanya potensi aliran massa udara dingin dari wilayah Benua Asia menuju ke wilayah selatan.

Dampak dari munculnya seruakan dingin tersebut dapat meningkatkan potensi curah hujan di wilayah Barat Indonesia apabila disertai dengan fenomena CENS (cross equatorial northerly surge atau arus lintas ekuatorial) yang mengindikasikan bahwa adanya aliran massa udara dingin dari utara yang masuk ke wilayah Indonesia melintasi ekuator.

Dampak adanya seruakan dingin dari Asia yang disertai CENS ini dapat berdampak secara tidak langsung pada peningkatan curah hujan dan kecepatan angin disekitar wilayah Indonesia bagian selatan ekuator.

Baca: Sejumlah Bintara Baru Ditempatkan di Mabes dan IKN, Ini Pesan Kapolda NTT

Adanya indikasi pembentukan pusat tekanan rendah di sekitar wilayah Australia yang dapat memicu terbentuknya pola pumpunan dan perlambatan angin di sekitar wilayah Indonesia bagian selatan ekuator serta dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan dan angin kencang di sekitar wilayah Sumatera, Jawa, hingga Nusa Tenggara, serta berdampak pada peningkatan gelombang tinggi di perairan Indonesia.

Bibit siklon tropis 95W tumbuh di Samudra Pasifik sebelah Utara Papua Barat, tepatnya di sekitar 8.8°LU 130.9°BT, dengan kecepatan angin maksimum 15 knot dan tekanan terendah 1008 mb.

Berdasarkan citra satelit Himawari-8 6 jam terakhir menunjukkan adanya aktivitas konvektif yang signifikan terutama di sebelah utara sistem.

Model prediksi numerik menunjukkan bahwa sistem ini bergerak ke arah barat-barat laut menjauhi wilayah Indonesia. Potensi sistem untuk tumbuh menjadi siklon tropis dalam 24 jam kedepan berada dalam kategori rendah.

Aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) disertai fenomena Gelombang Kelvin dan Rossby Equatorial masih menunjukkan kondisi yang signifikan dalam meningkatkan pertumbuhan awan hujan dan potensi cuaca ekstrem dalam sepekan kedepan di wilayah Indonesia.

Berdasarkan platform informasi prakiraan berbasis dampak BMKG, beberapa wilayah dengan potensi siaga yang perlu diwaspadai pada periode tanggal 27-28 Desember 2022 adalah pada sebagian wilayah pada propinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Banten, Bali.

Selain itu Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Maluku, Papua dan Papua Barat.

“Informasi Prakiraan Berbasis Dampak hingga level kecamatan dapat diakses di web signature.bmkg.go.id,” ujarnya.

Sedangkan potensi hujan dengan intensitas signifikan selama periode tanggal 27 Desember 2022 – 2 Januari 2023 perlu diwaspadai di beberapa wilayah sebagai yakni potensi hujan lebat hingga sangat lebat dapat terjadi di sebagian wilayah Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta dan Jawa Tengah.

Juga terjadi di DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB dan NTT.

Potensi hujan sedang hingga lebat terjadi di sebagian wilayah Aceh, Bengkulu, Sumatera Barat, Lampung, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Tenggara, Papua Barat dan Papua.

Potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus di wilayah udara Indonesia kaitannya dengan jalur penerbangan dengan persentase cakupan spasial >75% (FRQ / Frequent) selama 7 hari kedepan yang berlaku 27 Desember 2022 – 2 Januari 2023 yakni pada ganggal 27 Desember 2022 di Aceh, Sumatera Utara, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Perairan selatan Banten hingga Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Laut Jawa, Laut Bali, Laut Sumbawa, Sulawesi Selatan, Selat Makassar bagian selatan, Laut Flores, Laut Banda, Laut Arafuru, dan Papua.

Tanggal 28 Desember 2022 jalur penerbangan di atas Aceh, Perairan Bengkulu, Selat Sunda, Perairan selatan P. Jawa, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali.

NTB, NTT, Laut Jawa, Sulawesi Selatan, Laut Banda, Teluk Cendrawasih, Laut Arafuru dan Papua.

Tanggal 29 Desember 2022 jalur penerbangan di atas Pesisir Barat Sumatera, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, Selat Sunda, Perairan selatan Pulau Jawa, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Laut Jawa, Selat Makassar, Sulawesi Selatan, Laut Banda, Laut Arafuru dan Papua.

Tanggal 30 Desember 2022, jalur penerbangan di atas Pesisir Barat Sumatera, Bengkulu, Sumatera Selatan, Selat Sunda, Perairan selatan Pulau Jawa, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Laut Jawa, Selat Makassar, Laut Flores, Laut Banda, dan Laut Sulawesi.

Tanggal 31 Desember 2022, jalur penerbangan di atas Perairan Bengkulu, Bengkulu, Sumatera Selatan, Selat Sunda, Perairan selatan Pulau Jawa, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Laut Jawa, Laut Bali, Laut Flores, Laut Arafuru dan Papua.

Tanggal 1 Januari 2023, jalur penerbangan di atas perairan Bengkulu, Bengkulu, Selat Sunda, Perairan selatan Pulau Jawa, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Laut Jawa, Laut Bali, Laut Flores, Laut Banda dan Laut Arafuru.

Tanggal 2 Januari 2023, jalur penerbangan di atas Perairan Bengkulu, Bengkulu, Perairan selatan Jawa Tengah hingga NTB, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Laut Jawa, Laut Bali, Laut Flores, Laut Banda dan Laut Arafuru.

Sementara itu untuk potensi gelombang tinggi di wilayah perairan Indonesia pada periode tanggal 27 Desember 2022 – 3 Januari 2023 yang perlu diwaspadai adalah kategori tinggi Gelombang > 6.0 meter Laut Natuna Utara, Samudra Hindia selatan NTT.

Kategori Tinggi Gelombang 4.0 – 6.0 meter Samudra Hindia selatan Banten, Samudra Hindia selatan Jawa Barat, Samudra Hindia selatan Jawa Tengah, Samudra Hindia selatan Jawa Timur, Samudra Hindia selatan Bali, Samudra Hindia selatan NTB, Perairan Pulau Sumba, Perairan Kupang – Pulau Rote, Perairan Pulau Flores, Perairan Kep. Anambas – Kepulauan Natuna, Laut Sumbawa, Selat Makassar bagian selatan, Laut Flores, Laut Banda, Laut Arafuru.

Kategori Tinggi gelombang 2.5 – 4.0 meter Samudra Hindia barat Kep. Mentawai, Samudra hindia barat Bengkulu, Samudra Hindia barat Lampung, Laut Natuna, Selat Karimata, Laut Jawa, Laut Bali, Selat Sunda, Perairan selatan Banten, Perairan selatan Jawa, Perairan selatan Bali, Perairan selatan Lombok, Perairan selatan Sumbawa, Perairan utara Halmahera.

Adanya awan gelap (cumulonimbus) di lokasi tersebut dapat menimbulkan angin kencang dan menambah tinggi gelombang.

Dalam sepekan kedepan perlu diwaspadai potensi terjadinya Banjir Pesisir (Rob) di wilayah Pesisir Aceh (Pesisir Sabang, Meulaboh): 20 – 28 Desember 2022. Pesisir Sumatera Utara (Pesisir Belawan dan sekitarnya): 20 – 27 Desember 2022.

Pesisir Sumatera Barat (Pesisir Padang, Padang Pariaman, Agam Tiku, Pasaman Barat dan Pesisir selatan) 23 – 26 Desember 2022. Pesisir Lampung: 22 – 27 Desember 2022 Pesisir Kepulauan Riau 21 – 31Desember 2022.

Pesisir Bangka Belitung 24 – 31 Desember 2022. Pesisir Banten 21 Desember: 2022 – 5 Januari 2023. Pesisir utara DKI Jakarta 20 – 27 Desember 2022.

Pesisir Jawa Barat 20 – 31 Desember 2022. Pesisir utara Jawa Tengah: 28 Desember 2022 – 8 Januari 2023. Pesisir selatan Jawa Tengah: 22 – 27 Desember 2022.

Pesisir Jawa Timur 21 – 26 Desember 2022. Pesisir NTB 21 – 26 Desember 2022 Pesisir NTT 22 – 28 Desember 2022 Pesisir Kalimantan Barat 24 – 29 Desember 2022.

Pesisir Kalimantan Tengah (Kotawaringin Barat) 24 – 29 Desember 2022, Pesisir Sulawesi Utara: 20 – 29 Desember 2022. Pesisir Sulawesi Selatan 23 – 25 Desember 2022.

Pesisir Maluku Utara 25 – 29 Desember 2022. Pesisir utara Papua (Jayapura) 24 – 30 Desember 2022 dan Pesisir Papua Selatan (Merauke) 23 – 27 Desember 2022
Pihak-pihak terkait diharapkan melakukan persiapan memastikan kapasitas infrastruktur dan sistem tata kelola sumber daya air siap untuk mengantisipasi peningkatan curah hujan.

Melakukan penataan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan dan tidak melakukan pemotongan lereng atau penebangan pohon yang tidak terkontrol serta melakukan program penghijauan secara lebih masif.

Masyarakat pengguna transportasi angkutan penyeberangan perlu meningkatkan kewaspadaan sebagai salah satu upaya adaptasi dan mitigasi kondisi tersebut.

Melakukan pemangkasan dahan dan ranting pohon yang rapuh serta menguatkan tegakan/tiang agar tidak roboh tertiup angin kencang.

Menggencarkan sosialisasi, edukasi, dan literasi secara lebih masif untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian Pemerintah Daerah, masyarakat serta pihak terkait dalam pencegahan/pengurangan risiko bencana hidrometeorologi (banjir, longsor, banjir bandang, angin kencang, puting beliung dan gelombang tinggi).

Lebih mengintensifkan koordinasi, sinergi, dan komunikasi antar pihak terkait untuk kesiapsiagaan antisipasi bencana hidrometrorologi.

Terus memonitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG, secara lebih rinci dan detail untuk tiap kecamatan di seluruh wilayah Indonesia, melalui website BMKG https://www.bmkg.go.id, untuk prakiraan cuaca hingga level kecamatan, Akun media sosial @infobmkg, Aplikasi iOS dan android Info BMKG, Call center 196 BMKG atau dapat langsung menghubungi kantor BMKG terdekat.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
NTT
Berita Terkait
Meriahkan HUT Gegana Brimob ke 78, Brimob Polda NTT Gelar Lomba Menembak

Meriahkan HUT Gegana Brimob ke 78, Brimob Polda NTT Gelar Lomba Menembak

Pelaku Curanmor di Kabupaten TTU Ditangkap di Kabupaten Tetangga

Pelaku Curanmor di Kabupaten TTU Ditangkap di Kabupaten Tetangga

Spesialis Curanmor Dibekuk Polisi Setelah Buron Satu Tahun

Spesialis Curanmor Dibekuk Polisi Setelah Buron Satu Tahun

Jawab Tantangan Untuk Bicara Bahasa Inggris, Kapolda NTT Beri Handphone bagi Siswa SMA

Jawab Tantangan Untuk Bicara Bahasa Inggris, Kapolda NTT Beri Handphone bagi Siswa SMA

BREAKING NEWS: Kapolda NTT Dimutasi

BREAKING NEWS: Kapolda NTT Dimutasi

Diduga Ustad di Kabupaten TTS-NTT Hamili Anak Dibawah Umur

Diduga Ustad di Kabupaten TTS-NTT Hamili Anak Dibawah Umur

Komentar
Berita Terbaru