Naikkan Harga Bahan Bangunan saat Bencana, Tiga Pedagang Diamankan

  • Whatsapp
Naikkan Harga Bahan Bangunan
Kapolda NTT, Irjen Pol Lotharia Latif saat meninjau proses evakuasi pasca banjir di NTT. (digtara.com/immauel lodja)

digtara.com – Polisi bergerak cepat pasca ada perintah Kapolda NTT, Irjen Pol Drs Lotharia Latif, SH MHum untuk menangkap spekulan dan penjual yang menaikkan harga bahan bangunan saat masa bencana alam melanda. Naikkan Harga Bahan Bangunan

Rabu (7/4/2021), penyidik Reskrimsus Polda NTT menangkap dan mengamankan 3 pelaku usaha (pedagang) yang diduga menaikkan harga bahan bangunan di kota Kupang.

Ketiga pelaku yang diamankan adalah, MM, AN dan AKRB.

Muat Lebih

“MM pemilik UD SJL di Jalan WJ Lalamentik nomor 47, Oebobo dan Jalan H.R Koro, Oepura. Pelaku menjual paku payung harga normal Rp 27.000 per kilogram, menjadi Rp 45.000 per kilogram,” Jelas Direktur Reskrimsus Polda NTT, Kombes Pol Johannes Bangub, Rabu.

Naikkan Harga Bahan Bangunan
Barang bukti seng dan paku yang diamankan polda NTT

Sementara NA pemilik UD DP di Jalan Fetor Foenay, Maulafa menjual seng 0,20 merek gajah duduk harga normal Rp 53.000 per lembar, dijual menjadi Rp 68.000 per lembar.

Naikkan Harga Bahan Bangunan
Barang bukti seng dan paku yang diamankan polda NTT

Baca: Spekulan Naikkan Harga Seng di Tengah Bencana, Kapolda NTT: Tangkap!

Seng 0,30 Calisco merek Calisco harga normal Rp 70.000, dijual menjadi Rp 90.000 per lembar.

Paku payung harga normal Rp 27.000 per kilogram, menjadi Rp 40.000 per kilogram.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan