Kota Kupang Terapkan PPKM Level II selama Nataru, Ini Aturannya

Senin, 27 Desember 2021 14:00

digtara.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang menerapkan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level II selama masa perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru),

Penerapan ini ditegaskan dalam Surat Edaran (SE) Walikota Kupang, nomor 105/HK.443.1/XII/2021, tentang pencegahan dan penanganan Covid-19 selama perayaan Natal dan Tahun Baru 2022 di Kota Kupang.

Dalam SE tersebut, ditegaskan, selama periode Natal tahun 2021 dan Tahun Baru 2022, pada tanggal 24 Desember sampai dengan 3 Januari 2022, agar mengoptimalisasi fungsi satuan tugas penanganan covid 19 di masing-masing lingkungan tingkat kecamatan dan kelurahan serta RT dan RW.

Selanjutnya, melakukan percepatan pencapaian paket vaksinasi di wilayah kota Kupang untuk pertama mencapai 98 persen dan dosis kedua mencapai 80 persen dari total sasaran terutama vaksin bagi lansia sampai akhir bulan Desember 2021.

Serta percepatan vaksinasi anak usia 6 tahun sampai dengan 11 tahun.

Kemudian Melakukan koordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pemangku kepentingan lainnya, diantaranya tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, pengelola Hotel, pengelola tempat wisata, pengelola pusat perbelanjaan atau Mal dan pelaku usaha serta pihak lain yang dianggap perlu dalam rangka pencegahan dan penegakan disiplin sesuai dengan ketentuan peraturan undang-undang.

Melakukan pengetatan arus pelaku pergelaran masuk dari luar negeri termasuk Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui pintu masuk Pelabuhan tenau Kupang dan Bandar Udara Internasional El Tari Kupang, sebagai antisipasi tradisi mudik Natal dan Tahun Baru serta mengantisipasi masuknya covid 19 varian omicron.

Pemerintah juga membatasi kegiatan masyarakat pada tanggal 24 Desember sampai dengan 3 Januari. Termasuk seni budaya dan olahraga yang dapat berpotensi menimbulkan penularan covid 19, dilakukan tanpa penonton dan yang bukan perayaan natal dan tahun baru dan menimbulkan kerumunan dilakukan dengan protokol kesehatan serta dihadiri tidak lebih dari 50 orang.

Laman: 1 2

Berita Terkait