Korona Mengganas, Petani Sawit Makin Kaya

  • Whatsapp
Harga CPO Melonjak Dalam Sepekan
Kebun sawit. (ilustrasi)

digtara.com – Tidak bisa dipungkiri bahwa kondisi darurat korona di Malaysia memicu kenaikan harga crude palm oil (CPO). Pemerintah Malaysia memberlakukan darurat covid-19 seiring dengan semakin memburuknya penyebaran kasus di negeri tersebut. Petani Sawit Makin Kaya

Namun, kebijakan itu justru sangat menguntungkan para petani sawit di Indonesia. Pada Januari 2021 ini saja, harga CPO sempat menyentuh 3.877 ringgit per ton.

Tetapi untuk beberapa harga yang terealisasi, bahkan di selang waktu yang tak jauh berbeda harga CPO sempat menyentuh 4.000 ringgit per ton. Meskipun saat ini harga CPO berada dikisaran 3.700 hingga 3.900 ringgit per tonnya.

Muat Lebih

“Kenaikan harga CPO di awal tahun ini melebihi ekspektasi saya sebelumnya,” ujar ekonom Gunawan Benjamin, Rabu (13/1/2021).

Menurut Gunawan sikap Malaysia yang menyatakan darurat korona justru menjadi berkah bagi petani sawit saat ini. Dari acuan harga Tandan Buah Segar (TBS) di tingkat petani hingga 12 Januari, tercatat kenaikan harga hingga mendekati Rp2.300 per Kg.

Baca: Curi 25 Janjang Sawit, Pria Ini Dijebloskan ke Polsek Dolok Masihul

“Padahal harga tersebut saya pantau di Desember masih di posisi Rp2.100 per 1 kg TBS. Artinya memang petani sawit kita lagi berbahagia saat ini,” kata Gunawan.

Karena harga sawit terus mengalami kenaikan, status darurat korona di  Malaysia secara nyata menguntungkan petani sawit di tanah air. Gangguan pasokan maupun distribusi menjadi masalah yang memicu terjadinya kenaikan harga.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan