Korban Pencabulan Calon Pendeta di Alor Didampingi Pihak Gereja

Jumat, 09 September 2022 13:12
Ilustrasi.

digtara.com РPara korban pelecehan seksual dan pencabulan di Kabupaten Alor, NTT mendapat pendampingan dari pihak gereja. Korban Pencabulan Calon Pendeta 

Gereja juga sudah bersikap terkait perilaku tersangka. Gereja membatalkan penabisan SAS sebagai pendeta.

Majelis Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (MS GMIT) sudah merespons kasus pencabulan yang dilakukan SAS, salah satu calon pendeta.

Baca: Kasus Calon Pendeta Cabuli 6 Anak di Alor, Polisi Diminta Tak Gunakan Restoratif Justice

Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt Merry Kolimon mengatakan saat ini MS GMIT lebih fokus untuk memperhatikan dan memberi perlindungan serta pendampingan psikologis bagi para korban kekerasan seksual yang diduga dilakukan SAS.

Sinode GMIT telah mengirim dua psikolog dan satu pendamping hukum ke Alor untuk pendampingan untuk pemulihan psikologis anak-anak korban kekerasan seksual.

Baca: Tak Hanya Lakukan Pencabulan, Calon Pendeta di NTT Ini Juga Rekam Foto Bugil Korbannya

“Mendampingi anak-anak baik dalam proses pemulihan psikologis sampai pada proses hukum di kepolisian,” tandasnya.

Majelis Sinode GMIT, tandas nya sangat menghormati hak para korban dan orangtua serta keluarga untuk menempuh jalur hukum bagi oknum vikaris atau calon pendeta SAS untuk mendapatkan keadilan melalui mekanismes hukum yang berlaku.

“Kami tidak akan menghalangi proses hukum bagi oknum yang bersangkutan,” tegas Merry, Jumat (9/9/2022).

Laman: 1 2 3

Berita Terkait