KontraS Kritik Penanganan Demo Tolak Omnibus Law Cipta Kerja di Sumut

  • Whatsapp
KontraS Kritik Penanganan Demo Tolak Omnibus Law Cipta Kerja
Staff Advokasi KontraS Sumut, Ali Isnandar (Istimewa)

digtara.com – Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) memberikan kritik atas penanganan demo menolak Omnibus Law Cipta kerja di Sumatera Utara.

Staf Advokasi KontraS Sumut, Ali Isnandar, menyebutkan di Kota Medan sebanyak 243 orang massa aksi ditangkap saat aksi demonstrasi tanggal 8 oktober 2020. Setelah dilakukan pemeriksaan 24 orang dinyatakan sebagai tersangka. Keesokan harinya 468 orang ditangkap, dengan 5 orang menjadi tersangka.

Di Kabupaten Batu Bara, 45 orang ditangkap, 11 orang sudah ditetapkan sebagai tersangka imbas aksi tanggal 12 Oktober lalu.

Muat Lebih

Di Labuhanbatu, aksi juga diwarnai kericuhan yang berujung pada penangkapan 9 orang. Begitupun di Padang Sidimpuan, 1 orang ditetapkan sebagai tersangka pasca aksi tanggal 8 Oktober lalu.

BACA JUGA: Aksi Tolak Omnibus Law Ricuh Lagi, LBH Medan Minta Aparat Pakai Standart HAM Sikapi Massa

Jumlah ini mungkin saja akan terus bertambah, mengingat sampai sekarang pihak kepolisian masih memburu orang-orang yang diduga terlibat kericuhan diberbagai aksi tersebut.

“KontraS memberikan kritik keras terhadap pihak kepolisian yang melakukan pengamanan aksi menolak UU Cipta kerja di Sumatera Utara. Pendekatan dalam mengatasi gejolak aksi unjuk rasa masih menggunakan cara konvensional, refresif dan cenderung mengabaikan prinsip-prinsip Hak Asasi Manusia,” ungkapnya kepada digtara.com, Jumat (23/10/2020).

 

Dugaan Pelanggaran…

Pos terkait

Tinggalkan Balasan