Kinerja Bobby Belum Maksimal, Legislator: Masih Harus Belajar Secara Komprehensif

  • Whatsapp
walikota nakes Walikota Medan, Bobby Nasution saat soft launching The Kitchen of Asia. (digtara.com/satria hadhi)
Walikota Medan Bobby Afif Nasution saat hadir di kantor Ombudsman (alvi/digtara)

digtara.com – Memasuki 2 bulan masa bakti dalam memimpin Kota Medan, kinerja Bobby Nasution dianggap belum optimal. Anggapan itu disampaikan Ketua Komisi I DPRD Medan, Rudiyanto Simangunsong, Kamis (22/4/2021). Kinerja Bobby Belum Maksimal

“Kita lihat sampai hari ini nilai kinerjanya belum optimal menurut saya, sudah hampir dua bulan,” ujar Rudiyanto.

Ketua Fraksi PKS DPRD Medan, Rudiyanto mengatakan, Wali Kota Medan, Bobby Nasution masih perlu banyak belajar, namun belajar secara komperhensif. Hal itu dikatakannya terkait insiden pengusiran wartawan dari Balai Kota Medan.

Muat Lebih

“Proses belajar seumur hidup, misalnya bagaimana belajar menghargai wartawan. Bagaimana caranya, dengan membiarkan mereka menjalankan tugasnya, dengan memahami UU pers, itu proses belajar. Karena tidak ada proses belajar itu maka terjadi insiden pengusiran, akhirnya kawan-kawan mengajari saudara wali kota untuk bagaimana menghormati UU pers,” bilangnya.

Di usia Bobby Nasution yang masih sangat muda, ia mengingatkan untuk belajar harus secara komperhensif dan tidak boleh setengah-setengah. Agar, tidak menghasilkan keputusan yang blunder.

Baca: Kesawan City Walk Langgar Prokes, Wali Kota Bobby Masih Juga Ngeles

“Kalau proses belajar baik, di usia muda bisa belajar banyak, proses belajar jangan menimbulkan blunder, bagaimana meningkatkan ekonomi, tapi ada aspek lain, kemarin wali kota ada keluarkan surat edaran tentang nggakak boleh kumpul-kumpul, bagi UMKM tutup jam sekian. Karena kurang apa, maka terjadi pengumpulan warga di pembukaan, di malam minggu tutup sampai dinihari, kami pikir wali kota bagus terus belajar, tapi belajar yang komperhensif,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

1 Komentar