Keluarga Korban Penembakan Polisi di Sumba Barat Minta Briptu ER Dihukum Ringan

Kamis, 12 Januari 2023 12:32
int
Ilustrasi.

digtara.com – Keluarga Fernandus Lango Bili korban penembakan oleh oknum polisi Briptu ER buka suara terkait kasus tersebut.

Pernyataan itu disampaikan usai prosesi pemakaman korban, Rabu (11/1/2023).

Daniel Bili, perwakilan keluarga korban menyampaikan permohonan maaf dan terimakasih kepada pihak Kepolisian Resor Sumba Barat, kerabat, sahabat dan keluarga pelaku karena telah berempati terhadap korban.

Dalam pernyataan sikap yang diterima wartawan, perwakilan keluarga Daniel Bili mengatakan bahwa setelah memahami semua kejadian dan kronologinya, pelakunya merupakan saudara sendiri yang setiap hari selalu bersama.

Baca: Pegawai Kecamatan Medan Barat Jadi Korban Penembakan OTK, Camat Bilang Begini

“Setelah kami mendengar dan tahu siapa pelakunya ternyata adalah saudaranya sendiri yang siang malam satu kaki, jalan sama-sama, tidur sama-sama, makan juga sama-sama. Oleh karena itu walaupun pernyataan kami kemarin sebagai keluarga sangat keras, setelah mendengar itu kami memahami bahwa kejadian ini, kejadian yang tidak di sengaja,” katanya.

Menurut Daniel Bili, atas kejadian itu keluarga korban maupun pelaku bersepakat untuk melihat kejadian ini sebagai musibah.

Sehingga kedua belah pihak meminta keringanan hukum terhadap pelaku Briptu ER jika memungkinkan.

Baca: Jenazah Korban Penembakan Polisi Diarak Keluarga ke Mapolres Belu dan Gedung Dewan

“Aturan memungkinkan, jikalau ada celah baik dalam proses hukum pidana maupun dalam proses disiplin, kami dari keluarga minta kalau ada celah meringankan, kalau ada aturan mengijinkan kami mohon itu,” ujarnya.

Mewakili keluarga korban maupun pelaku, Daniel Bili kembali memohon maaf kepada Kepolisian Resor Sumba Barat, akibat tindakan Briptu ER yang telah memperngaruhi kinerja kepolisian di Sumba Barat.

Laman: 1 2

Berita Terkait