Kasus Santri Tewas, Kemenag Deli Serdang dan Pesantren Darul Arafah Raya Harus Tanggung Jawab

Selasa, 08 Juni 2021 17:11
istimewa
Kantor Kemenag Deli Serdang

digtara.com – Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Deli Serdang sangat menyesalkan kurangnya pengawasan pihak pengelola Pondok Pesantren Darul Arafah Raya di Desa Lau Bekeri, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut). Kasus Santri Tewas, Kemenag Deli Serdang dan Pesantren Darul Arafah Raya Harus Tanggung Jawab

Kurangnya pengawasan membuat kasus penganiayaan yang berakhir dengan hilangnya nyawa seseorang. Seorang santri FWA (14) meninggal dunia setelah dianiaya santri seniornya AFH (17) di dalam Aula Pondok Pesantren.

Selanjutnya korban menjalani autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Medan, Sabtu (5/6/2021). Berkaitan dengan kasus kekerasan di satuan pendidikan tersebut, LPA Deli Serdang menyampaikan sikap.

“Pertama, LPA Deli Serdang mengapresiasi Polrestabes Medan yang dengan cepat memproses kasus ini. Dan meminta pihak kepolisian agar segera melakukan rekonstruksi sebelum melimpahkan berkas kasus tersebut ke JPU (Jaksa Penuntut Umum),” jelas Ketua LPA Deli Serdang, Junaidi Malik, Selasa (8/6/2021).

Kedua, proses hukum yang sedang berjalan tentu saja wajib dihormati semua pihak. Namun, lanjut Junaidi, seharusnya kasus kekerasan semacam ini tidak boleh berhenti hanya diproses hukum tanpa memproses juga tanggung jawab pihak pengelola dan para guru di Ponpes tersebut.

“Apalagi, kasus kekerasan semacam ini terjadi karena lemahnya pengawasan pihak pengelola, Pembina asrama dan para guru terhadap para santrinya,” ungkapnya.

Laman: 1 2

Berita Terkait