Kasus Gagal Bayar AJB Bumiputera, BPA Dinilai Tak Pernah Bela Kepentingan Nasabah

Kasus Gagal Bayar AJB Bumiputera, BPA Dinilai Tak Pernah Bela Kepentingan Nasabah
Ilustrasi (internet)

digtara.com – Kasus gagal bayar Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 hingga saat ini belum ada titik terang. Bahkan persoalannya dinilai tambah rumit dan masing-masing pihak cuci tangan untuk membersihkan diri.

Seperti halnya baru-baru ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan tersangka terhadap Nurhasanah sebagai Ketua Badan Perwakilan Anggota (BPA) periode 2018-2020, atas dugaan pelanggaran tindak pidana terkait pengelolaan AJB Bumiputera 1912.

Kemudian Nurhasanah mengajukan praperadilan dan akan gugat OJK RI.

Muat Lebih

Nurhasanah menilai terjadinya gagal bayar di Bumiputera juga akibat diambil alih oleh OJK tahun 2016-2018.

Atas sikap Nurhasanah yang melakukan gugatan ke OJK, dan menuding gagal bayar di AJB Bumiputera akibat ulah OJK, para pemegang polis tidak mau ambil pusing.

Pemegang polis meminta siapapun yang mengakibatkan AJB Bumiputera “bangkrut” harus bertanggungjawab dan klaim nasabah segera dibayarkan.

Baca: Eks Ketua BPA AJB Bumiputera Jadi Tersangka, Bagaimana Dampaknya Bagi Nasabah?

Pemegang polis mengaku keberadaan Badan Perwakilan Anggota (BPA) semasa kepemimpinan Nurhasanah sama sekali tidak memberikan pembelaan kepada pemegang polis.

Mempertanyakan Hak, Nomot HP Malah Diblokir

“Mengapa dia sekarang “berteriak-teriak” minta mempebelaan pemegang polis”? ujar Koordinator Wilayah (Korwil) Pemegang Polis AJB Bumiputera 1912, Kalimantan Selatan, Antonius, yang dihubungi digtara.com, Senin (5/4/2021).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

1 Komentar