Kasus 4 Nakes di Siantar Dihentikan, LBH Medan: Jika Berlanjut Jadi Preseden Buruk Bagi Masyarakat

  • Whatsapp
Kasus 4 Nakes di Siantar
Kepala Divisi Buruh dan Miskin Kota Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan, Maswan Tambak (digtara.com/goklas wisely)

digtara.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Pematangsiantar memberhentikan kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan 4 tenaga kesehatan (nakes) di RSUD Djasamen Saragih, Rabu 24 Februari 2021.

Menanggapi hal itu, Kepala Divisi Buruh dan Miskin Kota Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan, Maswan Tambak mengucapkan keputusan tersebut sudah tepat.

Sebab, berdasarkan ketentuan pasal 156 a KUHPidana menjelaskan perbuatan pidana harus dilakukan dengan sengaja di muka umum.

Muat Lebih

Selain itu juga, perbuatan yang bisa dipidana harus dengan mengeluarkan perasaan yang bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama di Indonesia.

“Mengacu pada ketentuan tersebut di atas, tentu perbuatan di muka umum sudah tidak terpenuhi,” jelasnya kepada digtara.com melalui saluran telepon, Kamis (25/2/2021).

Baca: PPNI Apresiasi Penghentian Kasus 4 Nakes Diduga Penistaan Agama di Siantar

Dijelaskannya, pemaknaan sengaja di muka umum itu mesti berada di tempat yang mudah diakses publik seperti dilihat, didengar atau disaksikan.

Selain itu, perbuatan memandikan jenazah tersebut juga tidak tepat dikategorikan sebagai tindakan yang bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan