Kapolri Kunjungan ke Kalbar, Tiga Kapolres Diganti Gegara Tambang Emas Ilegal

Sabtu, 29 Januari 2022 23:35
foto: istimewa
Kapolri mengajak warga Medan terpapar Covid-19 masuk Isoter

digtara.com – Tiga Kapala Kepolisian Resort (Polres) di lingkungan Polda Kalbar mendadak diganti, pasca-Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo datang ke Kalbar dan berjanji menuntaskan masalah Penambang Emas Tanpa Izin (PETI). Kapolri Kunjungan Kalbar

Dua di antara Kapolres yang diganti adalah, Kapolres Kapuas Hulu, AKBP Wedy Mahadi, dan Kapolres Sintang, AKBP Ventie Bernard Musak. Sementara satu Kapolres lainnya yang dimutasi adalah, Kapolres Kayong Utara, AKBP Bambang Sukmo Wibowo.

Mutasi tiga Kapolres ini diketahui berdasarkan surat telegram Kapolri Nomor: ST/ 165/1/KEP/2022 dan Nomor ST/ 166/1/KEP/2022 tertanggal 24 Januari 2022.

“Iya benar. Rencananya Rabu (2/2/2022) ini serah terima jabatan,” kata Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Dirmanto, melansir suara.com–jaringan digtara.com, Sabtu (29/1/2022).

Baca: Terlibat Kasus Narkoba, Mantan Kapolsek Kebayoran Baru Gugat Kapolri dan Kapolda

Kombes Pol Dirmanto sendiri juga dimutasi ke Polda Jawa Timur, dengan jabatan Kabid Humas. Berdasarkan surat telegram Kapolri itu, Kapolres Kapuas Hulu akan dijabat oleh AKBP France Yohanes yang sebelumnya menjabat sebagai Kasubdit 1 Ditreskrimsus Polda Kalbar.

Sedangkan Kapolres Sintang, akan dijabat AKBP Tommy Ferdian. Kapolres Kayong Utara akan dijabat AKBP Arief Hidayat yang sebelumnya bertugas sebagai Kasubdit 1, Direktorat Intelkam Polda Kalbar. Untuk Kabid Humas Polda Kalbar sendiri akan dijabat Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan.

“Saya dimutasi ke Polda Jatim,” kata Kombes Pol Dirmanto.

Sebagai informasi, Wilayah Kapuas Hulu dan Sintang sendiri merupakan daerah PETI terbesar di Kalbar, dan disebut menjadi penyumbang kerusakan ekologi yang berdampak banjir di hulu Kalbar pada November hingga Oktober 2021.

Di lain hal, beberapa waktu lalu, seorang tersangka PETI di Kapuas Hulu bernama Rian, dan belakangan menjadi DPO Polres Kapuas Hulu, membuka adanya dugaan praktik setor upeti untuk oknum aparat, meski belakangan sudah diklarifikasi Kapolres, AKBP Wedy Mahadi yang memastikan, tudingan itu tidak benar dan tidak berdasar hukum.

Laman: 1 2

Berita Terkait