Kapolda NTT Minta Pemilik Akun yang Dilaporkan Jenderal Bintang Dua Serahkan Diri

Kapolda NTT
Kapolda NTT Irjen Pol Drs Lotharia Latif, SH MHum (foto:internet)

digtara.com – Kapolda NTT Irjen Pol Drs Lotharia Latif, SH MHum meminta pemilik akun Ceponk dan Walde Takeek segera menyerahkan diri.
Pasalnya, dua akun ini sudah dilaporkan Irjen Pol Drs Johni Asadoma, MHum (Kadiv Hubinter Polri) ke Polda NTT.

“(Akun) yang menulis agar datang sendiri dan segera menyerahkan diri sebelum polisi menemukan dan menangkap,” ujar Kapolda NTT, Rabu (30/12/2020) di Mapolda NTT.

Kapolda menegaskan kalau proses hukum kasus ini terus dilakukan. “Ini bukan karena pelapornya adalah seorang jenderal polisi tetapi pelaku harus diproses karena sangat merugikan pelapor, serta demi keadilan,” ujar Kapolda NTT.

Muat Lebih

Hingga saat ini, penyidik Subdit V/cyber crime Dit Reskrimsus Polda NTT sudah memeriksa dua saksi termasuk Barka Manipalai.

Disisi lain, Polda NTT bekerjasama dengan cyber Mabes Polri untuk menangani kasus ini dan menemukan pelaku. Kapolda berharap pemilik akun memiliki itikad baik untuk menyerahkan diri secara baik-baik.

“Serahkan diri secara baik-baik atau dikejar polisi,” tegas Kapolda NTT.

Kadiv Hubinter Polri, Irjen Pol Drs Johni Asadoma, MHum resmi membuat laporan polisi terkait pencemaran nama baik melalui media sosial facebook. Ia melaporkan 2 akun facebook masing-masing ceponk dan Walde Takeek.

“Laporan polisi baru masuk. Pelapor JA (Johni Asadoma),” ujar Direktur Reskrimsus Polda NTT, Kombes Pol Yudi Agustinus Benyamin Sinlaeloe, SIk.
Polisi masih melacak pemilik akun facebook Ceponk dan Walde Takeek yang menulis tulisan dan mengomentari tulisan tersebut.

Akun facebook Ceponk memuat informasi yang menyudutkan dan mencemarkan nama Johni Asadoma (Kadiv Hubinter Polri/mantan Waka Polda NTT).
Akun facebook ceponk menulis di group forum Kota Kupang. Status ini dimuat pada Minggu (27/12/2020) petang dan dikomentari puluhan akun facebook.

Dalam tulisannya ke group Forum kota Kupang, ceponk menulis soal kejadian pengrusaka fasilitas taman Tirosa Kota Kupang. Ia menuduh kalau pengrusakan ini dipimpin Barka yang diakuinya sebagai suruhan JA (Johni Asadoma). Ia menyebut kalau JA adalah salah satu kandidat calon walikota Kupang 2022.

Ceponk menulis kalau Barka bukan saja merusak fasilitas umum tetapi juga menyusun siasat dengan rencana menggagalkan pembangunan air bersih/SPAM Kali Dendeng yang saat ini dikerjakan kementrian untuk memenuhi kebutuhan air di Kota Kupang.

Irjen Pol Johni Asadoma yang dikonfirmasi, Minggu (27/12/2020) malam mengakui sudah mengetahui hal ini. “Saya baru tiba di Jakarta dan dapat informasi ini,” tandasnya.

Ia mengaku segera membuat laporan polisi di Polda NTT. “Iya saya mau buat LP karena ini betul-betul pembunuhan karakter,” ujar mantan Waka Polda NTT ini. Jenderal polisi bintang dua ini mengaku tidak tahu apa-apa terkait hal ini.
“Saya tidak terima. Saya tidak tahu apa-apa tapi dirusak nama saya seperti ini,” tegasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

1 Komentar