Kapolda NTT: Anggota Terlibat Tindak Pidana Tetap Diproses

Minggu, 31 Juli 2022 06:28
ist
Kapolda NTT: Anggota Terlibat Tindak Pidana Tetap Diproses

Laporan lain juga disampaikan Tino Wellu ke Polres Belu.

“Dalam peristiwa ini ada dua orang korban dimana korban pertama Irenius Valentino Wellu aljas Tino Wellu (anggota Polri) dan korban kedua Frederikus Yosep Siku alias Edi Siku (masyarakat sipil),” tandas Kapolres Belu.

Korban Frederikus Yosep Siku membuat laporan polisi terkait dirinya sebagai korban kasus penganiayaan dan korban Irenius Valentino Wellu juga membuat laporan polisi terkait dirinya menjadi korban pengeroyokan.

Mereka diduga dianiaya dan dikeroyok dua orang pelaku, Priyogi Rahim alias Roi dan Riki Da Silva alias Rimex.

Baca: Sejumlah Produk UMKM NTT Dipromosikan di Australia

Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (30/7/2022) sekitar pukul 03.30 wita.

Keributan ini terjadi di dalam tenda pesta nikah di Halifehan Kel Tenukiik Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu.

Saat keributan tersebut, korban Irenius Valentino Wellu alias Tino Wellu sempat dilempari kursi oleh orang yang tidak dikenal.

Saat itu korban Tino Wellu berontak namun pada saat itu oleh Luky Nikodemus Kehi (20) yang juga teman korban memeluk korban bermaksud mengajaknya pergi.

Namun saat itu terlapor Priyogi Rahim alias Roi sebagai anak Halifehan beradu mulut dengan korban Tino Wellu.

Kapolres menjelaskan kalau terlapor Roi menendang Luky dan memukul dada korban Tino Wellu.
Peristiwa ini lalu dileraikan. Kemudian korban Frederikus Yosep Siku alias Edi Siku bersama beberapa orang memeluk korban Tino Wellu.

Saat itu korban Tino Wellu berontak dan tangannya mengenai korban Edi Siku.

“Korban Edi Siku tidak terima lalu mengambil batu yang ada dipinggir jalan dan langsung memukul 1 kali mengenai dahi korban Tino Wellu,” urai Kapolres Belu.

Selanjutnya terlapor Riki Da Silva alias Rimex langsung menendang dan memukul korban Tino Wellu mengenai pungung dan tengkuk.

Korban Tino Wellu tidak terima kemudian mengejar korban Edi Siku.

Lalu Tino Wellu menganiaya korban Edi Siku dengan cara memukul dan menendang hingga korban Edi Siku mengalami luka.

Peristiwa perkelahian ini kemudian dileraikan beberapa warga yang masih ada di lokasi pesta.

Setelah dileraikan, korban Edi Siku mungkin tidak terima dengan tindakan korban Tino Wellu.

Korban Edi Siku mendekati korban Tino Wellu lalu memukulnya lagi dengan kepalan tinju.

“Korban Tino Wellu langsung mengejar korban Edi Siku lalu menusuknya dengan menggunakan sebilah pisau mengenai pipi kiri, lengan kiri dan bahu kanan korban Edi Siku,” tandas Kapolres.

Penganiayaan ini menyebabkan luka robek pada Edi Siku.

Laman: 1 2 3

Berita Terkait