Jokowi Minta Dana Desa Digunakan Tepat Sasaran Untuk Kepentingan Rakyat

Presiden Jokowi
ist / Presiden Jokowi (ist / Presiden Jokowi)

Jakarta – Presiden Jokowi meminta penggunaan dana desa harus tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat. Sampai saat ini sudah 187 triliun rupiah dikucurkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut diungkapkan Presiden saat menghadiri acara Sosialisasi Prioritas Penggunaan Anggaran Dana Desa Tahun 2019 di Gedung Serbaguna Academic Activity Center (AAC) Prof. Dr. Dayan Dawood, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Jumat (14/12).

“Untuk itu dana desa harus tepat sasaran sesuai kebutuhan di desa dan kampung-kampung,” kata Jokowi.

Muat Lebih

Baca juga :

Presiden yang pada kesempatan ini didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo, juga mempersilakan para perangkat desa memanfaatkan dana desa tersebut untuk pembangunan infrastruktur seperti embung, jalan, jembatan, hingga fasilitas sosial seperti posyandu.

“Pastikan semua yang dibangun bermanfaat untuk masyarakat desa, jangan sampai tidak bermanfaat,” ucapnya.

Jokowi menjelaskan bahwa tujuan dari program dana desa ini agar perputaran uang berada di desa sehingga perekonomian desa bisa bangkit dan berkembang. Menurutnya, sebelumnya perputaran uang lebih banyak beredar di kota, dimana 60 persennya beredar di Jakarta, sebagaimana dikutip dari www.setkab.go.id

“Uang itu harus mengalir dari desa dan kembali ke desa. Seperti kalau bangun irigasi, jalan, yang namanya beli pasir, beli di desa itu. Kalau enggak ada, beli di desa sebelah. Kalau enggak ada, beli di kecamatan. Jangan beri kesempatan uang itu beredar di Jakarta,” ujarnya.

Sejak dana desa digulirkan tahun 2015 hingga bulan Agustus 2018, Jokowi menyebutkan beberapa capaian dalam segi infrastruktur, antara lain jalan desa yang dibangun sepanjang 158 ribu kilometer dan jembatan sepanjang 1,02 juta meter. Selain itu telah dibangun juga sebanyak 48.600 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Baca juga :

“Dana desa betul-betul merubah wajah desa jadi lebih baik. Jadi saya berharap agar kerja sama antara pendamping dengan penerima dana desa harus sambung. Jangan sampai ndak sambung. Libatkan semua unsur, bermusyawarah dalam penggunaan dana desa,” ucapnya.

Dalam acara ini, turut hadir mendampingi Presiden dan Ibu Iriana antara lain, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah. 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan