Jelas! MUI Nyatakan Paylater Haram

Minggu, 31 Juli 2022 11:03
int
Ilustrasi

digtara.com – Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur mengeluarkan keputusan bahwa pembayaran dengan metode bayar belakangan atau Paylater adalah haram. MUI Nyatakan Paylater Haram

MUI Jatim beralasan, Paylater mirip dengan utang di perusahaan pembiayaan atau leasing. Selain itu, di dalamnya juga terdapat bunga dan denda jika telat membayar.

Sehingga, dengan demikian kedua faktor itu tidak bisa dibenarkan secara Fiqih dan melalui Ijtima Ulama Komisi Fatwa MUI se-Jatim pada Rabu (27/7/2022) menyimpulkan Paylater haram, melansir suara.com, Minggu (31/7/2022).

Namun demikian, Ketua Fatwa MUI Jatim, KH Ma’ruf Khozin menjelaskan, ada pengecualian bagi Paylater yang memberikan jatuh tempo pembayaran kurang dari satu bulan dan tanpa bunga.

Baca: Temui Keluarga Brigadir J, Komnas HAM Dapat Banyak Foto dan Video Kondisi Jasad Brigadir J, HP Diretas

Ia menegaskan, alasan MUI Jatim mengharamkan paylater karena Paylater adalah utang dengan pengembalian yang melebihi pinjaman awal. Sedangkan kredit diperbolehkan lantaran sudah dijelaskan sebelumnya.

Selain itu, Paylater juga memenuhi unsur ziyadah atau tambahan uang yang disyaratkan pada awal perjanjian antara pemberi pinjaman dengan peminjam.

Berbeda dengan kredit yang wajib memenuhi kesepakatan terlebih dahulu antara penjual dan pembeli untuk nominalnya untuk selanjutnya dilakukan akad.

Laman: 1 2

Berita Terkait