Imbas Kenaikan Harga Minyak Goreng, Produksi Peyek Rumahan Terancam Tutup

Selasa, 11 Januari 2022 22:42
ist
Imbas Kenaikan Harga Minyak Goreng, Produksi Peyek Rumahan Terancam Tutup

digtara.comHarga minyak goreng terus melonjak beberapa pekan sejumlah pedagang mengeluh hingga terancam tutup di Desa Mekar Laras, Kecamatan Nibung Hangus, Kabupaten Batubara. Kenaikan Harga Minyak Goreng

Juriah, pengusaha produksi rumahan peyek di desa tersebut mengungkapkan keresahannya terhadap naiknya harga minyak curah (minyak goreng).

Selama ini ia mengaku memproduksi seribu dua ratus bungkus peyek untuk per harinya dengan menggunakan 80 kg minyak goreng. Dengan produksi sebanyak itu ia terpaksa harus mengeluarkan modal lebih besar dari biasanya dengan produksi yang sama.

Baca: Harga Telur dan Minyak Goreng Melambung, Kemendag Bilang Begini

“Tetapi sejak naiknya harga minyak yang ada hanya merugi, tidak mendapatkan keuntungan,” keluhannya Selasa (11/1/2022).

Sehingga dengan tingginya lonjakan harga minyak ia terpaksa harus merumahkan pegawainya untuk sementara sampai harga normal kembali.

Baca: Minyak Goreng Tumpah di SM Raja Medan, Puluhan Pengendara Sepeda Motor Jatuh dan Luka-luka

“Terpaksa saya rumahkan sebagian pekerja karena tidak sanggup mengupahi mereka. Jangankan memberikan upah, modal saja ketimpangan,” kata Juriah.

Bahkan dari 20 pekerja kini hanya tinggal 8 orang pekerja yang saat ini turut membantu peyek goreng buatannya tersebut.

Juriah yang juga tulang punggung keluarga ini menjelaskan enggan menaikkan harga, lantaran pengusaha produksi rumahan peyek di wilayahnya belum berkoordinasi mengenai kenaikan harga jual.

Laman: 1 2

Berita Terkait