Heboh! Kemenag Nonaktifkan Rektor UINSU Prof Syahrin Harahap

Jumat, 23 September 2022 20:23
Prof Syahrin Harahap. (ist)

digtara.com – Kalangan akademik dan mahasiswa Universitas Islam Negeri Sumatra Utara (UINSU) Medan, dihebohkan dengan kabar kalau Menteri Agama menonaktifkan Rektor Prof Dr Syahrin Harahap MA dari jabatannya.

Informasi yang beredar itu juga menyebutkan, Surat Keputusan (SK) sanksi penonaktifan itu diserahkan Kemenag RI melalui Tim Inspektorat yang sedang melakukan dinas ke Medan kepada Rektor UIN Sumut Prof Dr Syahrin Harahap MA, pada 21 September 2022 kemarin, dan rektor diberi waktu sanggah selama 15 hari sebelum sanksi itu efektif diberlakukan.

Tim digtara.com belum berhasil melihat surat itu. Bahkan usaha konfirmasi belum mendapat jawaban. Rektor UIN Sumut Prof Dr Syahrin Harahap MA yang dikonfirmasi untuk menanyakan kebenaran informasi itu, belum berhasil diperoleh pernyataannya. Saat ditelpon ke nomor ponselnya tidak dijawab, begitu konfirmasi melalui pesan singkat belum dijawab.

Kepala Biro Kepegawaian UINSU Khairunas yang disebut turut menyaksikan penyerahan surat keputusan (SK) penonaktifan dari Kemenag itu, juga belum diperoleh konfirmasinya.

Salah seorang dosen yang dimintai tanggapannya menyebut persoalan itu hanya isu. “Isu itu bang,” katanya.

Namun pada Jumat, (23/9/2022) siang, puluhan mahasiswa menggelar aksi di kampus pancing Jalan Willem Iskandar Medan. Anehnya aksi itu terkesan memberi pembelaan kepada Prof Syahrin. Pengunjuk rasa yang mayoritas memakai baju batik itu menyampaikan tiga tuntutan yang ditujukan kepada Kementrian Agama.

Poin yang diusung dalam aksi itu adalah mahasiswa meminta agar marwah UINSU dikembalikan. Tak jelas marwah yang mana dan mahasiswa menyinggung soal isu yang dinilai mencoreng nama baik rektor.

Laman: 1 2

Berita Terkait