Kuburan Pasien PDP Digali Kembali Setelah Hasil Swab Negatif Covid-19

  • Whatsapp
Kuburan Pasien PDP Digali Kembali Setelah Hasil Swab Negatif Covid-19
Jenazah Melkianus Kaka, Senin (29/6/2020) saat akan disemayamkan di rumah duka setelah kuburannya digali kembali akibat hasil swab test dinyatakan negatif virus korona. (digtara.com/imanuel lodja)

digtara.com – Sejumlah warga di kampung Lolokaniki, Desa Kalimbu Kaha, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT) terpaksa menggali kubur Melkianus Kaka, Senin (29/6/2020).

Saat itu Melkianus Kaka dinyatakan meninggal karena terpapar virus covid-19 dengan status Pasien Dalam Pemantauan (PDP).

Melkianus meninggal dan langsung dikuburkan pada hari yang sama, Kamis (25/6/2020) sesuai protokol penanganan covid-19 oleh Satgas penanganan covid-19 Kabupaten Sumba Barat Daya.

Bacaan Lainnya

Namun pada Sabtu (27/6/2020), kepala dinas Kesehatan provinsi NTT, dr Domi Mere emngumumkan hasil swab test Melkianus Kaka. Almarhum, sesuai dengan hasil swab test dinyatakan tidak terpapar virus covid-19 atau negatif.

Senin (29/6/2020) keluarga pun mengambil tindakan menggali kubur almarhum Melkianus Kaka sebagai bentuk ketidakpuasan pihak keluarga.

Baca Juga: Rupiah Kembali Melemah, Fokus Pasar Masih di Kasus Covid-19

Yanto Wunga Kaka alias Ama Vikky (47), mewakili keluarga memohon maaf atas sikap keluarga yang terpaksa menggali kembali kubur almarhum.

Keluarha menggali kubur Melkianus Kaka, Senin (29/6/2020) setelah hasil swab test dinyatakan negatif virus korona, Senin (29/6/2020). (digtara.com/imanuel lodja)

“Keluarga mengambil sikap dan angkah demikian untuk memulihkan nama baik keluarga karena sebelumnya almarhum divonis meninggal karena terpapar virus covid-19 dan dikuburkan secara protokol kesehatan,” ujarnya.

Baca Juga: BNN Sebut Pandemi Covid-19 Tidak Kurangi Pasokan Narkoba ke Indonesia

Ketidakpuasan dan Kekecewaan

Ia mengakui tindakan ini diambil sebagai bentuk ketidakpuasan dan kekecewaan. Bahkan status almarhum sudah ditetapkan sebagai pasien positif virus Covid-19.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

1 Komentar