Gubernur Edy Minta Semua Pihak Lindungi Anak dari Kekerasan dan Diskriminasi

Jumat, 23 Juli 2021 18:07
Foto Diskominfo Sumut
Staf Ahli Gubernur Sumut Bidang Ekonomi, Keuangan, Pembangunan, Aset dan SDA, Agus Tripriyono mewakili Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, mengikuti Peringatan Hari Anak Nasional tahun 2021, secara virtual dari ruang Command Center, lantai 6 Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro No. 30 Medan, Jumat (23/7/2021).

digtara.com – Semua pihak harus berpartisipasi dalam upaya pemenuhan hak anak, serta melindungi anak dari kekerasan dan diskriminasi. Karena dengan adanya perlindungan kepada anak, berarti melindungi masa depan suatu bangsa. Gubernur Edy Minta Semua Pihak Lindungi Anak dari Kekerasan dan Diskriminasi

Hal ini disampaikan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, Pembangunan, Aset, dan SDA, Agus Tripriyono, usai mengikuti Puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) secara virtual di Ruang Rapat Smart Province, Lantai 6, Kantor Gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Jumat (23/7/2021).

Peringatan HAN sangat penting untuk memperkenalkan bagaimana memberi perlakuan kepada anak, khusus di masa pandemi Covid-19, yang berdampak langsung bagi anak-anak, yang saat ini memasuki proses pembelajaran.

“Anak-anak tidak bisa berinteraksi secara langsung kepada guru dan siswa-siswa lainnya, disini peran orang tua sangat diharapkan untuk memberi perlindungan dan pemahaman dampak Covid-19 saat ini,” ujarnya.

Dijelaskan Agus, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut di tengah pandemi covid-19 saat ini berfokus untuk pembenahan sektor kesehatan. Sehingga pemulihan kesehatan masyarakat akan berdampak bagi sektor lainnya, terkhusus bagi dunia pendidikan di Sumut.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Nurlela, selaku peserta peringatan HAN berharap kepada orang tua, guru dan anak didik, dengan situasi pandemi Covid-19 saat ini, apabila ingin melakukan tatap muka dalam proses pembelajaran harus melihat apakah daerah tersebut berada pada zona aman atau tidak, sehingga penyebaran covid-19 ini tidak terus meningkat.

“Tetap ikuti imbauan pemerintah dan tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) jika ingin melakukan proses pembelajaran tatap muka,” terangnya.

Laman: 1 2

Berita Terkait