Effendi Gazali Tantang Susi Debat Terbuka Soal Lobster

  • Whatsapp

digtara.com | JAKARTA – Soal tudingan mendukung ekspor benih lobster yang disampaikan Mantan Menteri KKP, Susi Pudjiastuti. Prof EG (sapaan Effendi Gazali) memberi balasan menohok dengan mengajak Susi berdebat terbuka pada Rabu 19 Februari 2020.

Ketua Komisi Pemangku Kepentingan dan Konsultasi Publik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KP2 KKP), Effendi Gazali angkat bicara.

“Begini Bu, sesuai peradaban ilmiah: km undang ibu Silaturahmi & Diskusi Ilmiah “Lobster: Apa Adanya”. Usul kami Rabu, 19 Feb di Aula KKP (rumah Ibu jg kan?).

Para ahli dan jurnalis mhn semua yg berkenan hadir. Smg berkenan, jadwal bs kt cocokkan, trms,” tulis EG di akun Twitternya @effendigazali sekaligus me-mention akun Susi.

Ada 17 cuitan EG membalas tudingan Susi soal mendukung ekspor benih lobster. EG menantang Susi untuk membuktikan tuduhan tersebut. Menurut EG, yang dia sampaikan justru perlunya menjaga keberlanjutan dengan lebih dulu dilakukan penetasan laboratorium atau MoU dengan hatchery bila ingin membuka kran ekspor benih lobster.

Mengenai jumlah telur lobster di perairan Indonesia sebanyak 29,6 milyar, EG mengaku mendapat data dari badan riset KKP. Dengan besarnya jumlah tersebut, dia optimis lobster tak akan punah. Bahkan EG turut menjelaskan makna punah dalam kultwitnya.

“Salah satu tugas akademisi melawan kedzoliman fakta+ framing jasa + kontrak media. Km tdk menuding siapapun dan justru smg kt semua terhindar dr hal2 sprti itu, Amin YRA. Kami tunggu ya Bu, jadwal kita bisa cocokkan lagi,” lanjut ciutan EG.

Sementara itu, unggahan Susi memang terkesan menunding EG mendukung ekspor benih lobster. Bahkan, EG menyinggung gelar doktor dan guru besar yang disandang EG.

“Keilmuan tinggi seorang guru besar, Doctor, dalam menjustifikasi/memperlihatkan/ meninggikan/ membenarkan ignorances untuk pembenaran ekspor bibit benih lobster. Saya tidak berilmu dan saya berduka. Mari simak video ini,” ciut akun Twitter Susi Pudjiastuti Senin 11 Februari 2020.

Video unggahan Susi memperlihatkan EG tengah menjelaskan data jumlah lobster dan menyatakan lobster tidak akan punah.

“Saya peneliti algoritma komunikasi. Sy tidak menuduh, tp saya serius berpikir: setiap kali saya berteriak LAWAN PENYELUNDUPAN BENIH LOBSTER, sy selalu dipelintir sebagai pendukung ekspor benih lobster. Apa artinya ya??? Hehehe,” tambah EG seraya menjelaskan nilai penyelundupan benih lobster mencapai Rp900 milar per tahun berdasarkan data PPATK.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan